Jakarta

Kali Ciliwung Meluap, 29 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir, Warga Terpaksa Mengungsi

Ainun Kusumaningrum | 28 November 2024, 18:48 WIB
Kali Ciliwung Meluap, 29 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir, Warga Terpaksa Mengungsi

AKURAT JAKARTA  - Kali Ciliwung Meluap, 29 RT di Jakarta Timur Terendam Banjir, Warga Terpaksa Mengungsi 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 29 RT di Jakarta Timur masih terendam banjir.

Banjir kali ini imbas luapan Kali Ciliwung pada Kamis (28/11/2024) sore 

Baca Juga: Terdapat 74 TPS Rawan Banjir di Kecamatan Cengkareng, KPU Melakukan Antisipasi Ini

Kepala Pelaksana BPBD DKI, Isnawa Adji mengataka ketinggian banji bervariasi berkisar 30-180 centimeter.

Update pukul 15.00 WIB, BPBD mencatat genangan saat ini mengalami penurunan dari 32 RT menjadi 29 RT atau 0.095% dari 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta.

"Pengungsi 10 KK 43 jiwa. Lokasi Pos RW 05 dan RW 011, Bidara Cina," ucapnya.

Baca Juga: Perolehan Suara Ketat, KOPAJA RK1 Otimistis Pilkada Jakarta Berlangsung Dua Putaran

Berikut data wilayah yang masih terdampak sebagai berikut:

Jakarta Timur terdapat 29 RT terdiri dari:

1. Kelurahan Bidara Cina

 Jumlah: 14 RT

Ketinggian: 80 s.d 130 cm

Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

2. Kelurahan Kampung Melayu

Jumlah: 13 RT

Ketinggian: 30 s.d 180 cm

Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

3. Kelurahan Cawang

Jumlah: 2 RT

Ketinggian: 70 cm

Penyebab: Luapan Kali Ciliwung 

Sedangkan wilayah yang sudah surut sebagai berikut:

1. Kelurahan Sukabumi Selatan: 3 RT

2. Kelurahan Cipinang Muara: 1 RT

3. Kelurahan Gedong: 2 RT

4. Kelurahan Tanjung Barat: 3 RT

5. Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT

6. Kelurahan Pejaten Timur: 5 RT

7. Kelurahan Rawa Jati: 7 RT

8. Kelurahan Kebon Baru: 2 RT

9. Kelurahan Balekambang : 1 RT

10. Kelurahan Cililitan : 1 RT. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.