Jakarta

Banjir Rob Masih Menerjang Kawasan Utara Jakarta, Begini Ragam Cara Pemprov DKI dalam Mengatasinya

Yasmina Nuha | 17 Desember 2024, 17:39 WIB
Banjir Rob Masih Menerjang Kawasan Utara Jakarta, Begini Ragam Cara Pemprov DKI dalam Mengatasinya

AKURAT JAKARTA - Banjir rob masih menerjang sejumlah wilayah di pesisir utara Jakarta, dengan ketinggian hingga 100 sentimeter.

Bukan karena curah hujan yang tinggi, banjir rob terjadi bersamaan dengan fase bulan purnama yang mengakibatkan pasang air laut meningkat secara maksimum hingga mencapai daratan.

Untuk mengatasinya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Alam (SDA) DKI Jakarta mengoptimalkan penggunaan pompa untuk mengalirkan air ke laut, bahkan saat air tidak mampu mengalir secara gravitasi.

Baca Juga: Buka RKPD Jakarta 2026, Pj Gubernur Teguh Harap Rencana Pembangunan Daerah Selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa banjir rob juga dipengaruhi faktor topografi wilayah pesisir dengan permukaan tanah rendah atau di bawah permukaan laut.

"Sehingga kami mengoptimalkan operasional pompa stasioner maupun mobile untuk dapat mengalirkan air dan optimalisasi saluran drainase agar air dapat mengalir dengan lancar," ujar Ika di Jakarta, Senin (16/12/2024).

Sementara itu, lanjut Ika, langkah jangka panjang yang dilakukan untuk mengantisipasi banjir rob adalah terus menggenjot pembangunan tanggul pengaman pantai melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A.

Di mana, bangunan sepanjang 39 kilometer itu merupakan program sinergi dengan Kementrian Pekerjaan Umum (PU) untuk mencegah air laut masuk ke daratan saat pasang laut terjadi.

"Selain itu, dibangun pula sistem polder pengendali rob yang dilengkapi bendung karet untuk menahan air laut supaya tidak melimpas kembali ke daratan," tuturnya.

Baca Juga: Nonton Drama The Tale of Lady Ok Episode 5 Dimana? Klik Link Nonton The Tale of Lady Ok Episode 5 Sub Indonesia, Jangan Sampai Terlewat

Kemudian, ia menjelaskan upaya pengendalian penurunan muka tanah (land subsidence) juga terus digaungkan.

Salah satunya dengan pembatasan penggunaan air tanah melalui Zona Bebas Air Tanah yang akan diperluas wilayahnya.

"Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta juga terus mengembangkan teknologi untuk memprediksi dan mitigasi kejadian banjir rob. Sehingga dapat memperingatkan warga kota ketika ada potensi akan terjadi banjir," katanya.

Selain itu, ia juga menjelaskan dilakukan pula pendekatan berbasis alam dengan penanaman mangrove yang merupakan kerja sama perangkat daerah terkait dengan pihak swasta.

Upaya ini juga membutuhkan peran warga untuk menjaga infrastruktur di pesisir seperti tanggul, serta tidak membuang sampah sembarangan.

"Gunakan jaringan air perpipaan untuk kebutuhan sehari-hari agar bisa mengurangi penurunan permukaan tanah," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.