Jakarta

Fraksi Golkar DPRD Minta Pemprov Jakarta Jamin Stok Pangan Selama Nataru, Ramadhan hingga Idul Fitri 2025

Yasmina Nuha | 19 Desember 2024, 21:29 WIB
Fraksi Golkar DPRD Minta Pemprov Jakarta Jamin Stok Pangan Selama Nataru, Ramadhan hingga Idul Fitri 2025

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, meminta Pemprov DKI menjamin ketersediaan pangan sepanjang Nataru, Ramadhan hingga Idul Fitri 2025.

Ketersediaan stok kebutuhan masyarakat dapat dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan.

Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B itu menjelaskan, sejumlah BUMD bidang pangan yang bergerak mengatasi hal ini seperti Perumda Dharma Jaya, PT. Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya.

Baca Juga: CARAT! Mingyu dan Wonwoo SEVENTEEN Akan Gelar Fan Meeting di Jakarta, Kapan dan di Mana? Simak Informasinya di Sini

Menurutnya, kebutuhan stok pangan harus terjaga hingga Ramadhan dan Idul Fitri, tidak terlalu berjauhan rentang waktu perayaannya.

Selain itu, lanjut Andri, stabilitas stok pangan ini mampu menjaga inflasi.

“Kami tekankan bahwa untuk menjaga Nataru hingga Idul Fitri atau bulan Ramadhan, Pemprov harus bisa menjaga stok pangan. Karena dari stok pangan ini salah satunya yang bisa menjaga inflasi untuk sektor ekonomi,” ujar Andri di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (18/12/2024).

Ia juga mengingatkan agar BUMD bidang pangan tidak hanya fokus pada ketersediaan stok saja, namun menjaga stabilisasi harga pangan di pasar. Hal itu sangat penting menjelang perayaan hari besar keagamaan.

“Nah, BUMD bidang pangan juga tidak boleh memberikan harga tinggi melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi) yang sudah diatur oleh Bapanas (Badan Pangan Nasional)," ujarnya.

"Jadi biasanya itu kalau terjadi pelonjakan adanya itu di sektor bawah langsung ke pedagang-pedagang," sambungnya.

Baca Juga: Pengamat Nilai Fraksi Golkar DPRD DKI Tak Akan Jadi Oposisi Pramono-Rano, Meskipun Ridwan Kamil Kalah di Pilkada Jakarta

Selain itu, Andri meminta BUMD bidang pangan, yaitu PT. Food Station Tjipinang Jaya berkolaborasi dengan pihak dari luar Jakarta untuk menyiapkan kebutuhan stok beras.

Pasalnya, ia menyebut bahwa 80 persen omzet yang dicapai PT. Food Station Tjipinang Jaya berasal dari beras.

"Mereka bisa belanja itu sampai ke Sulawesi, Jawa Barat, Jawa Tengah, sampai Jawa Timur untuk bisa menyerap stok pangan, terutama beras," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.