Jakarta

Bukan Dihapus, Begini Klarifikasi Dishub DKI Soal Penghapusan Koridor 1 dan 2 Transjakarta

Yasmina Nuha | 22 Desember 2024, 09:55 WIB
Bukan Dihapus, Begini Klarifikasi Dishub DKI Soal Penghapusan Koridor 1 dan 2 Transjakarta

AKURAT JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan, tidak ada penghapusan layanan Transjakarta pada koridor 1 dan 2 setelah pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Fase 2A selesai.

Syafrin menjelaskan, setelah pembangunan MRT Fase 2A selesai sekitar tahun 2029, akan ada penyesuaian rute atau rerouting untuk memastikan efisiensi dan integrasi layanan transportasi publik.

Sebelumnya, ia mengatakan Jakarta memiliki rencana induk transportasi yang mengedepankan efisiensi pengelolaan subsidi, termasuk Dana Public Service Obligation (PSO).

Baca Juga: Wacana Penghapusan Koridor 1 dan 2 Transjakarta Tuai Pro-Kontra, Pengamat: Diujicoba Saja Dulu

Dengan itu, pihaknya bakal melakukan penyesuaian rute pada koridor Transjakarta yang berhimpitan atau bersinggungan langsung dengan jalur MRT.

"Oleh karena itu, ketika MRT Fase 2A selesai dan beroperasi penuh dari Lebak Bulus hingga Kota, layanan Transjakarta yang berhimpitan 100 persen dengan jalur MRT, seperti Koridor 1 Blok M-Kota, akan di-reroute," kata Syafrin kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (21/12/2024).

"Ini tidak berarti layanan dihentikan, tetapi diarahkan ulang agar lebih optimal," sambungnya.

Baca Juga: Cek Kondisi Bus di Terminal Kalideres, Pemprov DKI Pastikan Kelancaran Mudik Saat Nataru

Syafrin juga menekankan, layanan Transjakarta akan tetap berperan sebagai penghubung atau feeder untuk angkutan rel, termasuk MRT dan LRT.

Hal ini sesuai dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menjadikan transportasi berbasis rel sebagai tulang punggung sistem transportasi massal.

"Prinsipnya, Transjakarta akan menjadi pelengkap untuk transportasi rel, bukan digantikan. Sebagai contoh, layanan di Bundaran HI tidak akan dihilangkan," jelasnya.

Baca Juga: Astra Buka Lowongan Kerja untiuk Fresh Graduate, Syarat dan Ketentuan Cek di Sini Segera

Ia juga mengatakan, rute Transjakarta akan tetap termanfaatkan dengan pola integrasi, misalnya dari Semanggi, Kebon Sirih, hingga Tanah Abang, untuk mendukung konektivitas.

Sementara itu, Syafrin menjelaskan terkait tarif MRT yang dianggap mahal oleh sebagian masyarakat, pihaknya akan mengevaluasi tarif secara menyeluruh untuk memastikan keterjangkauan tanpa mengorbankan kualitas layanan.

"Kita akan melakukan penyesuaian tarif agar tetap terjangkau dan mendukung integrasi transportasi massal di Jakarta," ujarnya.

Menurutnya, penyesuaian ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang efisien, terintegrasi, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Kami pastikan tidak ada fasilitas yang menjadi mubazir. Semua rute dan halte akan tetap dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung mobilitas warga Jakarta," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sempat menyebut akan menghapus atau menghentikan rute Transjakarta yang bersinggungan dengan jalur MRT setelah jaringan selesai.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, layanan koridor satu Transjakarta dari Blok M sampai dengan Kota nanti ditiadakan.

"Penghapusan layanan tersebut setelah jalur MRT rute Lebak Bulus ke Stasiun Kota selesai dikerjakan, ini agar tidak saling tumpang tindih antarmoda transportasi umum tersebut," ujar Syafrin di Jakarta, Jumat (20/12/2024). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y