Jakarta

Kasus Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Dinkes DKI Imbau Masyarakat Tidak Panik

Yasmina Nuha | 9 Januari 2025, 15:27 WIB
Kasus Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Dinkes DKI Imbau Masyarakat Tidak Panik

AKURAT JAKARTA  - Belakangan ini kasus Virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan menegaskan bahwa virus tersebut bukan merupakan virus baru dan sudah dikenal di dunia medis.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi potensi penyebaran virus ini.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Kota Batu, Bus Pariwisata Rem Blong Tabrak Banyak Kendaraan, 4 Tewas

Ia menjelaskan HMPV ditemukan pada 2001. Jadi, virus ini bukanlah virus baru, tidak seperti COVID-19 yang memang baru pertama kali ditemukan tahun 2019 lalu.

"HMPV merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme atau agen penyebab penyakit Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA), baik pada saluran napas atas maupun bawah, yang ditemukan hampir sepanjang tahun,” ujar Ani di Jakarta, pada Rabu (8/1/2025).

Ani menerangkan, gejala umum penderita ISPA akibat berbagai virus atau mikroorganisme lain juga sama, antara lain batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas.

Baca Juga: Tok! PSSI Resmi Tunjuk Patrick Kluivert Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sempat Sampaikan Pesan Ini Menjelang Debut

"Jika terjadi infeksi pada saluran napas bawah, akan menjadi bronchitis, pneumonia atau radang paru," tuturnya.

Ia menjelaskan, setidaknya, ada 23 mikroorganisme/agen penyebab lain yang sering ditemukan pada penderita ISPA, seperti virus Influenza tipe A dan tipe B, Adenovirus, Coronavirus, dan lain-lain.

Ani menegaskan, langkah preventif dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah sakit, menghindari penularan dengan etika batuk, rajin mencuci tangan, dan menggunakan masker ketika sakit.

“Walaupun mayoritas penderita ISPA akibat HMPV tidak mengalami sakit berat, tetapi pada kelompok rentan, yaitu pada kalangan anak, lansia, dan orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, infeksi ini dapat menjadi lebih berat dan membutuhkan perawatan untuk penderitanya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ani menjelaskan bahwa kondisi saat ini relatif masih aman. Saat ini memang jumlah penderita ISPA dan pneumonia sedang meningkat, sejak bulan November tahun 2024.

"Pola ini relatif berulang setiap tahun dimana kasus ISPA cenderung meningkat menjelang akhir tahun hingga awal tahun," ungkapnya.

Diketahui, dari data hasil pemeriksaan, menunjukkan kasus ISPA yang disebabkan oleh HMPV sudah ada sejak 2022 di Jakarta.

"Virus penyebab ISPA, selain HMPV, yang saat ini beredar dan dominan adalah virus influenza tipe A H1N1 pdm2009, Rhinovirus dan Respiratory Syncytial Virus," katanya.

Sampai dengan saat ini, sesuai data yang diperoleh Dinas Kesehatan, jumlah penderita ISPA akibat HMPV sebanyak 19 kasus (2022), 78 kasus (s.d Okt 2023), dan 100 kasus (2024).

“Data ini akan kami terus lengkapi melalui koordinasi dengan berbagai Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Laboratorium yang ada di Jakarta,” tukasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y