Sewa Rusunawa di Jakarta Bakal Dibatasi Maksimal 10 Tahun, Pemprov DKI Masih Lakukan Penggodokan

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Meli Budiastuti mengungkapkan, masyarakat umum terprogram untuk menyewa rumah susun sederhana sewa (rusunawa) hanya bisa lima kali perpanjangan atau maksimal 10 tahun.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) 111 Tahun 2014 tentang Mekanisme Penghunian Rumah Susun Sederhana Sewa. Namun, saat ini pihaknya masih melakukan penggodokan.
"Nantinya, aturan jangka waktu penempatan rusun akan diatur dalam revisi Pergub itu. Saat ini masih belum diberlakukan karna masih draf revisi pergub,” kata Meli di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (6/1/2025).
Baca Juga: Legislator Golkar Ingatkan SKPD Harus Lebih Adaptif dan Koordinatif saat Menyisir Anggaran
Pada tahun ke sembilan, lanjut Meli, Unit Pengelola Rumah Susun Sederhana Sewa (UPRS) akan diminta oleh Dinas dan tim terpadu untuk mengecek kelayanan warga untuk menghuni Rusun.
"Kalau masih layak, nanti hasil rekomendasinya bisa diperpanjang berapa tahun lagi. Karena orang tinggal di Rusun bukan untuk selamanya, bukan untuk warisan juga," tuturnya.
Sementara, ia menjelaskan untuk masyarakat umum hanya tiga kali perpanjangan atau maksimal enam tahun. Namun, jika penyewa meninggal dunia maka bisa dilanjutkan oleh pasangan.
"Namun tidak bisa dilanjutkan oleh anak keturunannya. Itu akan ada di revisi pergub," tuturnya.
Kemudian, ia mengatakan, evaluasi berjalan secara rutin saat penghuni memperpanjang sewa Rusun. Apabila sudah memiliki kendaraan, otomatis tidak boleh lagi menempati Rusun milik Pemprov DKI.
"Revisi pergub ini sudah hampir final, sudah di Biro Hukum. Selama ini kan belum ada pembatasan waktu, mangkanya di lapangan pasti banyak yang sudah turun temurun," tukasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menilai, aturan pembatasan sewa rusun tersebut memang diperlukan.
Pasalnya, banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) membutuhkan tempat tinggal. Kendati demikian, tingkat keterisian Rusun kerap penuh.
“Kita berharap Rusun untuk transit sementara saja. Dengan pembinaan, harapannya bisa meningkatkan perekonomian penghuni rusun,” ujar Yuke. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

