Jakarta

Atasi Masalah Bau di RDF Rorotan, Dinas LH DKI Lakukan Pengosongan Sampah dan Hasil Produksi Sebanyak 1.400 Ton

Yasmina Nuha | 21 Maret 2025, 22:25 WIB
Atasi Masalah Bau di RDF Rorotan, Dinas LH DKI Lakukan Pengosongan Sampah dan Hasil Produksi Sebanyak 1.400 Ton

AKURAT JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengatasi masalah bau dari Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara dengan melakukan pengosongan sampah dan hasil produksi.

Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Dinas LH DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko mengatakan, pengosongan ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sekaligus permohonan warga setempat.

Agung menjelaskan, pengosongan RDF ini meliputi sampah lama di bunker sebanyak 800 ton dan produk RDF di gudang produksi sekitar 600 ton.

Baca Juga: Cara Gampang Atasi Batuk dan Pilek saat Puasa Ramadhan 2025, Jangan Sampai Ganggu Ibadahmu

"Sesuai arahan Pak Gubernur kami akan mengosongkan semua sampah serta produk yang ada di RDF Rorotan," ujar Agung dalam keterangannya, Jumat (21/3/2025).

Ia menjelaskan, proses pengosongan ratusan sampah yang ada di bunker sudah dilakukan sejak 19 Maret dan ditargetkan rampung hari ini.

Sementara, di gudang produksi masih berproses dan diproyeksikan kosong dalam dua sampai tiga hari mendatang.

"Sampah-sampah telah kita kirim TPST Bantar Gebang, begitu juga dengan produk RDF ini sudah kami kirim ke plant di Bantar Gebang," jelasnya.

Baca Juga: Canangkan 1 RW 1 Bank Sampah, Wakil Gubernur DKI Rano Karno Bentuk 870 Baru dan Reaktivasi 852 yang Tidak Aktif

Menurutnya, setelah sampah dan hasil produksi sudah kosong, maka bunker dan gudang akan dilakukan sterilisasi dengan dicuci dan diberikan pewangi atau penghilang bau tidak sedap.

"Nanti akan kita cuci semua dan diberi pewangi agar bau yang tidak sedap ini hilang. Bau ini timbul dari sampah yang lama tertumpuk," ungkapnya.

Anggunh menambahkan, usai pengosongan, RDF Rorotan akan ditutup sementara untuk dilakukan perbaikan oleh kontraktor terkait.

"Perbaikan yang dilakukan meliputi penambahan deodorizer untuk mengurangi bau hingga penambahan filter sebagai penangkal pencemaran udara," tuturnya.

Apabila sudah rampung diperbaiki, kata Agung, maka akan dibuka dan mulai uji coba kembali, dengan sampah baru (waste fresh) dan proses produksi yang sedikit. Nantinya, warga juga bisa ikut melihat prosesnya.

Baca Juga: Toyota Masih Enggan Bocorkan Peluncuran Veloz Hybrid di Indonesia, Positif Tahun Ini?

"Kita belum tau kapan beroperasi kembali, intinya kita menunggu semua perbaikan selesai. Semoga dengan pengosongan ini, bisa mengurangi bau tidak sedap dan warga bisa ibadah puasa dan merayakan Lebaran dengan nyaman," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.