Jakarta

Hati-hati! BPBD DKI Ungkap Potensi Longsor di Jakarta Selatan dan Timur pada April 2025, Berikut 10 Kecamatan Dapat Terdampak!

Yasmina Nuha | 10 April 2025, 18:30 WIB
Hati-hati! BPBD DKI Ungkap Potensi Longsor di Jakarta Selatan dan Timur pada April 2025, Berikut 10 Kecamatan Dapat Terdampak!

AKURAT JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan info prakiraan wilayah potensi tanah longsor yang terjadi di 10 kecamatan di 2 wilayah Jakarta selama bulan April 2025.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji meminta camat dan lurah beserta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir.

"Petugas TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat memonitor bersama apabila ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan baik BPBD maupun instansi terkait," ujar Isnawa dalam keterangannya, Senin (10/4/2025).

Baca Juga: Asyik! Gubernur Pramono Janji Berikan Keringanan Pajak Nonton Pertandingan Persija hingga 60 Persen, Harga Tiketnya Jadi Lebih Murah?

Ia pun menjelaskan, prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah/ tanah longsor disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Adapun, menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah, yaitu:

1. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan.

Baca Juga: Bongkar Paksa Tenda Pengunjuk Rasa Tolak RUU TNI di Depan DPR, Satpol PP DKI Minta Maaf Atas Kegaduhan yang Terjadi

2. Jakarta Timur, meliputi wilayah Kramatjati, Pasar Rebo.

Kemudian, lanjut Isnawa, pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika terjadi curah hujan di atas normal di wilayah rawan tersebut.

"Terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan," imbuhnya.

Sementara pada Zona Tinggi, katanya, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Untuk itu, Isnawa pun meminta kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah seperti:

1. Hindari aktivitas di dekat tebing atau lereng curam selama hujan deras.

2. Pastikan rumah memiliki fondasi yang kuat jika berada di area miring atau berdekatan dengan lereng.

3. Menyiapkan tas Siaga Bencana.

4. Pantau informasi dari BPBD Jakarta atau BMKG terkait prakiraan cuaca dan peringatan dini potensi longsor.

5. Segera laporkan ke RT/RW atau BPBD setempat jika ada tanda-tanda longsor.

6. Jika tanda-tanda longsor semakin jelas atau sudah terjadi pergerakan tanah, segera menjauh dari area tersebut dan menuju tempat yang lebih aman.

7. Jangan kembali ke lokasi sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

8. Hubungi call center Jakarta Siaga 112 jika dalam keadaan darurat dan membutuhkan bantuan.

"Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat meminimalkan risiko dan dampak dari bencana tanah longsor," pungkas Isnawa. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y