Jakarta

Pramono Kecewa Tegur Kepala Satpol PP DKI yang Bongkar Paksa Tenda Massa Demo RUU TNI: Itu Bukan Tugasnya!

Yasmina Nuha | 10 April 2025, 20:12 WIB
Pramono Kecewa Tegur Kepala Satpol PP DKI yang Bongkar Paksa Tenda Massa Demo RUU TNI: Itu Bukan Tugasnya!

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi terkait tindakan personel Satuan Pramong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta yang membubar paksa aksi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI di depan Pintu Gerbang Pancasila, kawasan Gedung DPR RI pada Rabu (9/4/2025) sore.

Pram, sapaan akrabnya itu, menyayangkan kejadian tersebut dan menegur langsung Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan terkait tindakan personel Satpol PP DKI Jakarta tersebut.

"Tadi malam saya langsung menegur Kepala Dinas terkait, dan saya sungguh sangat kecewa. Bagi saya pribadi nggak boleh terjadi Satpol PP melakukan itu. Itu bukan tugas Satpol PP," ujar Pram di Jakarta International Velodrom, Jakarta Timur, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga: Hati-hati! BPBD DKI Ungkap Potensi Longsor di Jakarta Selatan dan Timur pada April 2025, Berikut 10 Kecamatan Dapat Terdampak!

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa petugas Satpol PP seharusnya tidak memiliki wewenang untuk membubarkan massa aksi seperti itu.

"Sebab, Satpol PP tidak mempunyai tugas untuk itu. Sehingga, saya sudah memberikan teguran secara langsung kepada Kepala Dinas yang bersangkutan. Saya bilang ini tidak boleh terjadi kembali," tegasnya.

Kemudian, ia pun memanggil dan menegur secara langsung Kepala Dishub DKI Jakarta tak lama seusai kejadian tersebut, yaitu sekitar pukul 7 malam WIB.

Baca Juga: Asyik! Gubernur Pramono Janji Berikan Keringanan Pajak Nonton Pertandingan Persija hingga 60 Persen, Harga Tiketnya Jadi Lebih Murah?

"Kepala Dinasnya tadi malam kurang lebih jam 7 saya tegur sendiri secara langsung," pungkasnya.

Diketahui, terjadi kegaduhan yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta dalam aksi penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI di depan Pintu Gerbang Pancasila, kawasan Gedung DPR/MPR RI pada Rabu (9/4/2025) sore.

Terlihat dalam foto yang diunggah melalui akun X @barengwarga, terdapat pasukan Satpol PP DKI Jakarta yang berusaha membongkar paksa tenda para aksi demonstran yang sedang berkemah.

"Mohon doa dan dukungan Warga sekalian ya, saat ini ada upaya pembubaran dan penggusuran aksi oleh Satpol PP Pemprov @DKIJakarta. Bukti kalo emang pemerintah nggak mau dengerin suara kita, mau pake cara apapun juga," tulis akun X @barengwarga dalam caption-nya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Satpol PP DKI Jakarta pun akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi pada aksi demonstrasi tersebut.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan, pihaknya akan mengedepankan pendekatan dialogis dalam menangani aksi demonstrasi di masa mendatang.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang terjadi dalam aksi di DPR pada Rabu sore. Kami akan lebih mengedepankan dialog untuk menangani situasi serupa," ujar Satriadi dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025).

Ia menjelaskan, tenda-tenda telah didirikan oleh para peserta aksi sejak Selasa (8/4). Petugas telah beberapa kali memberikan imbauan agar mereka tidak mendirikan tenda di atas trotoar karena dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan umum.

"Satpol PP tidak pernah melarang kegiatan unjuk rasa. Aksi tetap berjalan dengan pengawalan aparat, dan masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi secara damai," katanya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y