Jakarta

Waduh! Tiga Wilayah di Jakarta Ini Jadi Sarang Bandar Narkoba, Mana Saja? Diungkap Kepala BNN

Yasmina Nuha | 11 April 2025, 17:22 WIB
Waduh! Tiga Wilayah di Jakarta Ini Jadi Sarang Bandar Narkoba, Mana Saja? Diungkap Kepala BNN

AKURAT JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Marthinus Hukom, mengungkapkan terdapat tiga wilayah di Jakarta yang menjadi sarang bandar narkoba.

Hal ini disampaikan Kepala BNN usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, pada Jumat (11/4/2025).

Marthinus mengungkapkan, tiga wilayah tersebut adalah Kelurahan Bahari (kampung Bahari), Kampung Kiapang (Boncos), dan Kompleks Permata (Kampung Ambon).

Baca Juga: Bertemu Kepala BNN, Gubernur Pramono Akan Manfaatkan Puskesmas untuk Bantu Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Untuk memberantas masalah narkotika di wilayah tersebut, BNN fokus melakukan upaya pencegahan, salah satunya pemisahan masyarakat dari lingkaran kejahatan narkoba.

"Sehingga tugas kita adalah bagaimana memisahkan masyarakat dulu dengan para bandar ini. Karena sudah barang tentu narkoba ini kan ada uangnya di situ. Sehingga masyarakat dan para bandar ini saling ketergantungan. Kita pisahkan dulu," jelasnya.

Selanjutnya, BNN akan melakukan upaya rehabilitasi terhadap para korban. Sedangkan para pelaku pengedar akan ditindak secara hukum.

"Lalu kemudian kita lihat problem-problem apakah ada problem-problem sosial, problem keluarga, problem apa namanya kemiskinan dan lain-lain. Nah itulah nanti kita akan kolaborasikan," tukasnya.

Ia juga menyatakan, perlu ada pemisahan antara masyarakat dan para bandar guna menghindari hubungan ketergantungan.

"Karena tentu saja, dalam peredaran narkoba ada unsur ekonomi yang membuat masyarakat dan para bandar saling bergantung," kata Marthinus.

Baca Juga: Pertama di Indonesia! Semua Desa di Kabupaten Tangerang Akan Pakai Aplikasi Real Time Monitoring Dana Desa, Kerjasama Pemkab dengan Kejaksaan Agung

"Maka dari itu, kita pisahkan terlebih dahulu, lalu para korban kita rehabilitasi, dan pengedarnya kita tangkap," imbuhnya.

Marthinus menambahkan, para pengguna narkoba harus dipandang sebagai korban, sehingga diperlukan pendekatan preventif, kuratif, dan deteksi dini.

“Oleh karena itu, kita akan memperkuat pendekatan intelijen yang melampaui penegakan hukum. Penegakan hukum tetap akan kita jalankan untuk menangkap para bandar dan memisahkan mereka dari para pengguna,” tukasnya.

Sementara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dalam memberantas masalah narkotika.

"Saya langsung menyampaikan kepada Kepala BNN dan juga BNNP di daerah Jakarta. Yang pertama, kami memberikan support sepenuhnya," ujar Pram, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Valencia vs Sevilla di La Liga, 12 April 2025: Misi Los Che Raih Tiga Kemenangan Beruntun

Dukungan tersebut meliputi tindakan preventif melalui sosialisasi dan edukasi, deteksi dini di wilayah rawan narkoba khususnya di tiga kelurahan, hingga penegakan hukum. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.