Jakarta

Bank DKI Terkena Gangguan Layanan Sistem, Legislator Golkar Andri Santosa Tegaskan Dana Nasabah 100 Persen Aman

Yasmina Nuha | 11 April 2025, 20:41 WIB
Bank DKI Terkena Gangguan Layanan Sistem, Legislator Golkar Andri Santosa Tegaskan Dana Nasabah 100 Persen Aman

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa meminta para nasabah Bank DKI tidak perlu khawatir perihal gangguan layanan sistem oleh Bank DKI sejak 29 Maret lalu.

Di mana, kejadian tersebut berlangsung lebih dari 10 hari yang bertepatan sehari menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2025.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mencopot jabatan Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono dan Komisi B DPRD DKI Jakarta juga telah menggelar rapat bersama Bank DKI, Rabu (9/4/2025).

Baca Juga: RPJMD 2025-2029 Disepakati, Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Golkar Basri Baco: Segera Disahkan

Andri memastikan, dana nasabah yang mengendap Bank DKI dijamin keamanannya. Lalu dipastikan, tidak ada dana yang hilang maupun berkurang.

"Nasabah Bank DKI itu tidak perlu khawatir karena memang dipastikan Bank DKI itu dana nasabah 100 persen aman," ujar Andri kepada Akurat Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2025).

Andri juga mengungkapkan, pihak Bank DKI juga menjamin dana para nasabah. Namun, masalah tersebut memang murni karena permasalahan sistem layanan yang terhubung dengan beberapa pihak.

Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Ditetapkan Sebagai Ketua Pansus Kawasan Tanpa Rokok

"Kan yang namanya sistem layanan itu bukan hanya melibatkan Bank DKI saja. Tapi disitu ada Bank Indonesia, kemudian ada BI Fast, dan juga ada OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," katanya.

Andri mengatakan, masyarakat dan seluruh pihak terkait harus menghormati jika kejadian tersebut masuk dalam proses hukum di Bareskrim Polri. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan publik dan citra Bank DKI.

"Misalkan ini sedang berjalan proses pidana ke Bareskrim sesuai dengan statement dari pak gubernur (Pramono Anung), kita menghormati proses itu dulu," tukas Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta itu.

Lebih lanjut, Andri menegaskan, pihak-pihak terkait tentu saat ini terus melakukan investigasi mencari akar permasalahan. Upaya itu diharapkan dapat mengantisipasi kendala-kendala yang tak diinginkan terulang kembali ke depannya.

"Maka sementara demi keamanan, men-de-freeze untuk sistem layanan transfer atau dari mobile banking. Untuk mengantisipasi kendala-kendala yang tidak diinginkan," pungkasnya.

Diketahui, Bank DKI memastikan dana dan data nasabah tetap aman. Pernyataan ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Bank DKI, Agus H Widodo, kembali menegaskan bahwa kerahasiaan dan keamanan data serta dana nasabah tetap terjaga, tanpa mengalami gangguan selama masa pemulihan sistem.

“Bank DKI menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian serta memahami pentingnya menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh para nasabah, oleh karena itu kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dengan memastikan seluruh informasi dan dana nasabah tetap aman dan terlindungi,” ujar Agus. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y