Jakarta

13 Ribu Personel Gabungan Amankan May Day di Jakarta, Antisipasi Pergerakan Massa dari Daerah Penyangga

Ainun Kusumaningrum | 30 April 2025, 22:06 WIB
13 Ribu Personel Gabungan Amankan May Day di Jakarta, Antisipasi Pergerakan Massa dari Daerah Penyangga

AKURAT JAKARTA  - Sebanyak 13.000 personel kepolisian dari Polda Metro Jaya dikerahkan untuk mengamankan May Day Fiesta di DKI Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan, siap mengamankan rangkaian kegiatan Hari Buruh atau May Day 2025 di Jakarta.

“Kegiatan pengamanan ini, kami melibatkan 13.252 personel gabungan. Terdiri dari 9.591 personel Polri, 3.385 personel TNI, dan 276 personel pemerintahan daerah," kata Karyoto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/4/2025).

Baca Juga: Bagikan Dividen Rp249,31 Miliar, Bank DKI Siap Bertransformasi Melalui IPO, Berikut Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru!

Karyoto memprediksikan terdapat 200.000 ribu orang diperkirakan mengikuti kegiatan May Day 2025.

Karyoto meminta semua jajaran mengantisipasi kerawanan hingga ketertiban umum maupun arus lalu lintas.

“May Day 2025 di kawasan Monas melibatkan sekitar 200.000 orang dalam kegiatan berbentuk pesta rakyat dan hiburan.

Baca Juga: Kantor Imigrasi Tanjung Priok Gelar Operasi Pengawasan Orang Asing, Periksa Dokumen Kelengkapan Kapal dan Awak Kapal

Setiap peristiwa yang terjadi di Jakarta akan menjadi perhatian publik nasional, bahkan internasional dan berpotensi memicu efek domino di daerah lain,” ucap Karyoto.

Lebih lanjut, Karyoto mengatakan rangkaian May Day Fiesta tidak hanya terfokus di Jakarta. Pergerakan massa dari daerah penyangga juga akan diantisipasi untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.

"Oleh karena itu, koordinasi lintas wilayah, soliditas antarinstansi. Kesiapan individu menjadi kunci keberhasilan pengamanan," kata Karyoto. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.