Jakarta

Legislator Golkar Dukung Program Pemutihan Ijazah Warga Jakarta, Sangat Membantu Cari Pekerjaan

Ainun Kusumaningrum | 3 Mei 2025, 11:40 WIB
Legislator Golkar Dukung Program Pemutihan Ijazah Warga Jakarta, Sangat Membantu Cari Pekerjaan

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Alia Noorayu Laksono mengatakan mendukung program pemutihan ijazah bagi warga Jakarta.

Program yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, itu sangat membantu warga yang ijazahnya ditahan oleh pihak sekolah.

"Setiap kali saya turun ke daerah pemilihan selalu ada saja warga yang saya temui mengatakan belum memegang ijazahnya," kata Alia dalam keterangannya, Jumat (1/5/2025).

Baca Juga: Tak Masalah Syarat Pelamar PPSU Minimal Ijazah SD, Fraksi Golkar Alia Laksono Sebut Tergantung Tupoksinya

Menurut dia, kendala finansial menjadi penyebab utama warga tidak mampu menebus ijazah dari sekolah.

Padahal, menurut dia, ijazah merupakan bukti kelulusan sekaligus syarat utama dalam mencari pekerjaan formal.

"Kalau tidak bisa cari pekerjaan, mereka tidak bisa menghasilkan uang untuk menebus ijazah. Tapi kalau tidak pegang ijazah, juga tidak bisa cari pekerjaan. Jadi siklusnya terus seperti itu," jelasnya.

Baca Juga: Akhir Pekan Warga Jakarta, Meriahkan Kebayoran Park Mall dengan Beragam Aktivitas

Alia menilai, program pemutihan ijazah sangat baik dan mendorong Pemprov DKI menggratiskan biaya sekolah bagi para pelajar di Jakarta.

"Sebagai langkah mitigasi ke depan, kita mendorong adanya sekolah gratis. Jadi nantinya ada dukungan anggaran agar masalah ini tidak terulang," tandasnya.

Gubernur Pramono Anung sebelumnya menyampaikan program pemutihan ijazah dilakukan secara bertahap, mengingat kompleksitas data dan keterlibatan banyak pihak, seperti individu, sekolah dan administrasi data.

Program pemutihan ijazah ini berbeda dengan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang dapat langsung didistribusikan setelah keputusan diambil.

Pemutihan ijazah memerlukan proses verifikasi data dan koordinasi lintas pihak, sehingga membutuhkan waktu lebih lama.

Tahap pertama program ini telah diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp500 juta.

Sementara itu, tahap kedua akan dilakukan pada 2 Mei mendatang, setelah peringatan Hari Pendidikan Nasional.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.