Jakarta

Kunjungi IPA Mookervart, Gubernur Pramono Kagum PAM Jaya Bisa Proses Air Waduk yang Kotor Jadi Air Minum

Yasmina Nuha | 9 Mei 2025, 17:35 WIB
Kunjungi IPA Mookervart, Gubernur Pramono Kagum PAM Jaya Bisa Proses Air Waduk yang Kotor Jadi Air Minum

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mookervart di Jalan Masjid Hasyim Asyhari, Daan Mogot, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (9/5/2025).

Dalam kunjungannya, Pramono mengapresiasi PAM Jaya yang bisa mengubah air yang kotor menjadi bisa diminum yang dikelola melalui IPA ini.

"Dari air yang gelap dan hitam dari waduk itu, kemudian diproses di atas hingga akhirnya benar-benar bisa diminum," ujar Pramono kepada wartawan.

Baca Juga: Info Penting! Pemprov DKI Buka Rekrutmen 1.000 Petugas Damkar, Gubernur Pramono Sebut Mekanismenya Diatur Pertengahan Mei 2025

Lebih lanjut, ia juga meminta kepada PAM Jaya untuk meningkatkan pengolahan melalui IPA seperti ini untuk menjangkau seluruh kawasan di Jakarta.

"Saya meminta kepada Pak Dirut agar cakupan air bersih di Jakarta terus ditingkatkan dengan cara-cara seperti ini, khususnya di kawasan padat penduduk," tuturnya.

Politikus PDIP itu menyebut, inovasi teknologi ini dihadirkan PAM JAYA untuk mengolah air baku menjadi air perpipaan berstandar air minum sesuai dengan Permenkes No. 2 Tahun 2023.

Ia juga meminta kepada Dirut PAM Jaya, Arief Nasrudin agar melakukan perbaikan-perbaikan. Karena air ini sangat strategis, maka diharapkan pada 2029 cakupan air bersih di Jakarta bisa 100 persen terpenuhi.

"Semoga PAM JAYA dapat terus berinovasi mewujudkan komitmennya dalam melayani warga Jakarta demi kualitas hidup yang lebih baik," harapnya.

Baca Juga: Jangan Lupa! Besok Datang ke Konser JKT48, Cek Lokasi Tepatnya di Sini Sayang Dilewatkan

Sebagai informasi, adapun kapasitas produksi air yang dihasilkan IPA Mookervart mencapai 10 liter per detik.

IPA Mookervart menggunakan teknologi Moving Bed Bio Reactor (MBBR) yang mampu mengolah polutan organik dan amonia dengan bantuan organisme yang tumbuh pada suatu media.

Air baku yang dihasilkan diolah melalui proses ultra filtration menggunakan membran guna memisahkan partikel seperti debu, bakteri, hingga virus.

Baca Juga: Dalam 4 Bulan di 2025 Sudah Terjadi 598 Kebakaran, Gubernur Pramono Minta Tiap RT di Jakarta Wajib Punya 2 APAR

Sementara untuk memisahkan garam dan sisa polutan lain digunakan teknologi reverse osmosis (RO) yang menghasilkan air bersih berkualitas tinggi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.