Wacana Pembangunan Pulau Kucing di Kepulauan Seribu Menuai Kritik, Gubernur Pramono: Masih Kita Kaji!

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menanggapi terkait kritikan wacana pembangunan Pulau Kucing di Kepulauan Seribu yang dinilai mengganggu ekosistem sekitar sana.
Pram, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini pihak Pemprov DKI Jakarta sedang mengkaji lebih lanjut terkait wacana tersebut. Jika tidak sesuai, wacana pembangunan tersebut tidak akan dilanjutkan.
"Kalau memang tidak make sense, kebijakan itu jangan dipaksakan. Kami sekarang sedang mengkaji itu," ujar Pram kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (4/6/2025).
Ia menegaskan bahwa pihaknya belum memutuskan terkait wacana tersebut dan masih dalam tahap pengkajian, apakah lebih banyak untung atau ruginya.
"Kan ini belum diputuskan, sedang dalam kajian. Ketika sudah dikaji, untung ruginya lebih banyak mana, manfaatnya dimana, maka baru kemudian kita putuskan," katanya.
Namun, lanjut Pram, saat ini pihaknya memfokuskan untuk mensterilisasi kucing-kucing untuk mengatasi persoalan kucing yang beranak-pinak dengan cepat.
"Tetapi yang paling penting adalah persoalan kucing ini yang kemudian beranak-pinaknya terlalu cepat, maka sterilisasi itu akan tetap kita lanjutkan. Maka kami menargetkan 22 ribu (kucing) pada tahun ini," jelas Pram.
"Mudah-mudahan dengan sterilisasi itu, populasi kucing di Jakarta menurun. Termasuk di Balai Kota, saya terus terang, hampir setiap hari saya cek. Mereka lebih bersih daripada kucing-kucing yang ada," pungkasnya.
Baca Juga: Jakarta Timur Temukan Kasus Positif COVID-19 di Mei 2025, Ini Imbauan Terbaru Dinkes
Sebelumnya anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak meneruskan rencana membuat pulau kucing di Kepulauan Seribu.
Rencana ini dinilai berisiko mengganggu ekosistem di sana, terutama di Pulau Tidung Kecil yang akan digunakan sebagai lokasi pulau tematik kucing.
Francine yang juga dikenal masyarakat sebagai pegiat kesejahteraan hewan ini mengingatkan bahwa kucing adalah predator alami bagi satwa liar, terutama burung.
"Padahal pada 2019 Dinas KPKP Jakarta pernah melepasliarkan burung-burung kutilang di Pulau Tidung Kecil untuk konservasi spesies tersebut," ujar Francine dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/5/2025) lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



