Jakarta

Pemprov Jakarta Siap Tambah 5 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa untuk Dukung Giant Sea Wall, Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Yasmina Nuha | 16 Juni 2025, 17:25 WIB
Pemprov Jakarta Siap Tambah 5 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa untuk Dukung Giant Sea Wall, Sesuai Arahan Presiden Prabowo

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta siap menambah 4 atau 5 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Di mana nantinya, hasil dari PLTSa ini akan digunakan untuk pendanaan proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.

"Yang pertama kami menunggu perpres dari pemerintah pusat. Tetapi prinsipnya seperti juga dengan arahan Bapak Presiden apakah nanti PLTSa-nya 5 atau 4, Jakarta siap untuk itu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2025).

Baca Juga: Pemkab Tangerang Luncurkan Program Intan Emas pada Balita, Apa Itu? Investasi untuk Cegah Resiko Kesehatan Sejak Dini

Ia menjelaskan, listrik yang dihasilkan oleh PLTSa tersebut akan dibeli dan disalurkan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Listriknya nanti siapa yang akan membeli? Tentunya listriknya akan disalurkan melalui PLN," kata Pramono.

Sehingga, kata Pramono, sebelumnya yang menjadi persoalan ialah selalu harus ada tipping fee atau biaya yang dibayarkan Pemprov kepada PLTSa. Namun, saat ini tipping fee sudah tidak diperlukan lagi.

"Karena dengan teknologi yang sekarang ini generator atau PLTSa ini teknologinya sudah tidak terlalu canggih seperti dulu, ini sudah menjadi teknologi yang medium, semua orang bisa menggunakan itu," jelasnya

Maka dengan pengalaman yang ada di Singapura, Hanoi, dan Cina, politikus PDIP itu yakin untuk PLTSa di Jakarta ataupun di Indonesia saat ini bisa dijalankan dengan baik.

"Yang menguntungkan bagi Jakarta sampahnya setiap hari ada 7.700, stoknya kurang lebih ada 55 juta. Sehingga kami sangat siap untuk menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden," pungkasnya.

Baca Juga: Simak! Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2025 di Jakarta Dimulai Hari Ini hingga 10 Juli, Berikut Jadwal dan Ketentuannya

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa dana pembangunan Giant Sea Wall yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta akan diambilkan dari pendapatan pengelolaan sampah di Bantargebang.

Pram, sapaan akrabnya itu menjelaskan, 55 juta ton sampah yang menumpuk di Bantargebang akan diolah menjadi energi listrik melalui pembangunan empat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Setiap PLTSa ditargetkan memiliki kapasitas harian 2.500 ton sampah, yang secara total dapat menghasilkan sekitar 1.500 megawatt listrik. Angka ini diperkirakan mampu memenuhi seluruh kebutuhan listrik Jakarta.

"Sehingga Suralaya dan semuanya yang sekarang ini menjadi penyebab polusi di Jakarta, kita minta mereka untuk mengubah dan cukup kita gunakan semuanya dari PLTSa," kata Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.