Jakarta

Harga Cabai di Jakarta Naik pada Minggu Ketiga Juni 2025, Dinas KPKP DKI Ungkap Penyebab dan Rincian Harganya

Yasmina Nuha | 24 Juni 2025, 17:29 WIB
Harga Cabai di Jakarta Naik pada Minggu Ketiga Juni 2025, Dinas KPKP DKI Ungkap Penyebab dan Rincian Harganya

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan harga pada komoditas hortikultura, khususnya cabai pada bulan Juni 2025.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok menjelaskan, kenaikan ini terjadi nerdasarkan pemantauan harga komoditas pangan strategis mingguan tingkat eceran yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta pada minggu ketiga bulan Juni 2025.

"Terdapat kenaikan harga pada komoditas hortikultura khususnya cabai. Kenaikan harga cabai terjadi pada jenis cabai rawit hijau dan cabai rawit merah," ujar Hasudungan saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Selasa (24/6/2025).

Baca Juga: Segera Daftar! Pemprov DKI Resmi Rekrutmen Petugas PPSU untuk 239 Kelurahan, Dibuka Mulai Hari Ini, Berikut Jadwal dan Persyaratannya

Ia menjelaskan, harga cabai rawit hijau mengalami kenaikan sebesar 3,13% atau naik sebesar Rp. 1.457,- dari Rp. 46.616,-/kg menjadi Rp. 48.073,-/kg.

"Sementara, cabai rawit merah mengalami kenaikan sebesar 3,18% atau naik sebesar Rp. 1.653,- dari Rp. 51.954,-/kg menjadi Rp. 53.607,-/kg," imbuhnya.

Hasudungan pun menjelaskan, kenaikan harga ini disebabkan karena penurunan pasokan yang masuk ke Provinsi DKI Jakarta akibat aksi mogok jalan dan demo para supir ekspedisi di beberapa bagian wilayah Pulau Jawa, salah satunya Jawa Timur sebagai daerah penghasil cabai.

Baca Juga: Serius Ingin Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said dan Senayan, Gubernur Pramono Bakal Surati Kejati DKI Agar Selesaikan Proses Hukumnya

"Aksi ini merupakan bentuk penolakan supir ekspedisi terhadap aturan Over Dimension, Over Loading (ODOL) yang berdampak pada kelancaran distribusi pasokan cabai ke DKI Jakarta dan berimbas pada naiknya harga cabai," terangnya.

Selain itu, lanjut Hasudungan, kondisi cuaca hujan di daerah sentra yang mengakibatkan penurunan jumlah buruh petik yang memetik hasil panen serta penurunan mutu produk juga berpengaruh terhadap kenaikan harga cabai yang terjadi.

Upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi masalah ini yaitu dengan mengintensifkan komunikasi baik dengan Pemerintah Pusat maupun perwakilan asosiasi pedagang terkait permasalahan/kendala yang terjadi serta melakukan monitoring perkembangan harga pangan secara berkala.

"Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus mendorong masyarakat untuk menggiatkan kegiatan penanaman tanaman cepat panen seperti cabai sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak apabila kejadian serupa terulang di masa yang akan datang," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y