Tegaskan Kenaikan Tinggi NJOP Terjadi Hanya untuk Orang Kaya, Gubernur Pramono: Mereka Ributnya Sebentar

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa kenaikan tinggi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di Jakarta terjadi hanya bagi masyarakat kelas atas.
"Tetapi NJOP yang naik tinggi, mohon maaf, rata-rata adalah daerah orang kaya. Dan orang kaya ini ributnya sebentar, kami tetap jalankan untuk ditagih," ujar Pramono di Kantor Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Pramono menjelaskan, terdapat bangunan yang memiliki NJOP yang lebih dari 25 tahun tidak pernah berubah meski tarif Pajak Bumi Bangunan (PBB)-nya sama. Untuk itu, pihaknya pun meningkatkan NJOP-nya.
Baca Juga: Bantah Terjadi Tindakan Mesum di Taman Langsat, Gubernur Pramono: Cuman Orang Pacaran
"Nah NJOP-nya yang kemudian berubah, saya gak menyebutkan tempat tapi ada yang bahkan NJOP-nya naiknya hampir 10 kali. Karena apa? Misalnya dulu 1 perak, sekarang disitu tiba-tiba menjadi 100 perak," kata Pramono.
"NJOP-nya tetap 1 perak. Itulah yang kemudian membuat kenaikan yang dikeluhkan oleh sebagian masyarakat," lanjutnya.
Dengan itu, Pramono pun bersyukur bahwa akibat kenaikan NJOP ini menjadi salah satu fakto penerimaan pajak di Jakarta melebihi nasional. Di mana seminggu yang lalu untuk nasional baru 32 persen, sementara Jakarta sudah 47 persen.
"Dan saya bilang sama petugas kita, kita gak mundur untuk itu. Karena apa? Orang-orang ini selama ini menikmati dengan NJOP yang sangat rendah," tegasnya.
Selain itu, kata politikus PDIP, bahkan terkait NJOP rumahnya di wilayah Cipete, Jakarta Selatan juga ikut naik dan dirinya pun harus membayar kenaikan pajak tersebut.
"Mohon maaf, termasuk rumah saya sendiri yang di Cipete. Disitu NJOP-nya harganya masih mungkin 1/5-nya lah. Ya tiba-tiba naik ya kita harus bayar, ya bayar," tutur Pramono.
"Sehingga dengan demikian inilah yang menjadi penyebab kenapa kemudian ada keluhan tentang PBB. Sebenarnya bukan PBB-nya yang berubah, tapi NJOP-nya yang naik," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 2Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 4Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 8Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




