Legislator Golkar Minta Dinas Kominfotik Matangkan Konsep Pemantauan Lewat CCTV, Termasuk Lokasi Strategis

AKURAT JAKARTA - Komisi A DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta mematangkan konsep pemantauan CCTV yang efektif untuk keamanan dan ketertiban di Jakarta.
Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Alia Noorayu Laksono mengatakan, Dinas Kominfotik perlu menyusun perencanaan lokasi strategis.
Bahkan, pemasangan CCTV harus terintegrasi dengan sistem keamanan. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dan responsif.
Baca Juga: Politikus Muda Golkar: KTR Harus Tegas, tapi Jangan Mematikan UMKM
Tentunya dengan kerangka kerja yang baik. Mencakup identifikasi area prioritas, penggunaan teknologi yang tepat, pelatihan personel, dan prosedur penanganan insiden.
“Jangan juga ditinggalkan hal yang substansi dari kegiatan ini. Yaitu konsep pemantauan, kerangka kerja. Sehingga CCTV yang memantau bisa memberikan manfaat secara langsung. Terutama dari segi keamanan dan ketertiban,” ujar Alia dalam keterangannya i, Jumat (4/7).
Ia menyambut baik rencana Dinas Kominfotik DKI Jakarta untuk merancang desain besar CCTV. Begitu pula dengan kajian kebutuhan CCTV di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Politikus Golkar Dimaz Raditya Dorong Budaya Hemat Air di Event Jakarta Water Hero 2025
Menurut dia, Dinas Kominfotik DKI Jakarta harus melibatkan seluruh unsur pemangku wilayah kelurahan. Bahkan sampai tingkat RT atau RW dalam kajian kebutuhan CCTV di Jakarta.
Penempatan CCTV harus diprioritaskan pada area rawan kejahatan, seperti pintu masuk, area parkir, lorong gelap, dan titik-titik strategis lainnya.
“Agar titik lokasi pemasangan dan kegunaan CCTV yang dibutuhkan bisa sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Alia.
Alia mengusulkan, Dinas Kominfotik menganalisa kebutuhan kamera CCTV. Terutama di daerah padat penduduk, rawan bencana, rawan tindak kriminal, rawan pencurian, dan area yang rawan pelanggaran peraturan. Untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban.
Dengan demikian, keberadaan CCTV membantu mencegah kejahatan, mengidentifikasi pelaku, serta memberikan bukti jika terjadi tindakan kriminal.
Selain itu, CCTV juga dapat membantu dalam penanggulangan bencana dan pemantauan kepatuhan terhadap peraturan. “Secara spesifik perlu dirembuk,” usul Alia.
Keberadaan CCTV diharapkan dapat menjadi langkah proaktif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.
“Memberikan manfaat yg baik bagi masyarakat Jakarta secara luas, khususnya mengurangi tindak kriminal dan memberikan informasi terkait kebencanaan,” tukas Alia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





