Jakarta

Gubernur Pramono Sebut 10 dari 600 Pompa Air di Jakarta Rusak dan Terbakar Akibat Tak Mampu Menahan Terjangan Banjir

Yasmina Nuha | 7 Juli 2025, 18:46 WIB
Gubernur Pramono Sebut 10 dari 600 Pompa Air di Jakarta Rusak dan Terbakar Akibat Tak Mampu Menahan Terjangan Banjir

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa terdapat 10 dari 600 pompa air mengalami kerusakan saat menangani banjir di sejumlah wilayah Jakarta sejak Minggu (6/7/2025).

Pramono mengatakan, hal tersebut diketahuinya saat mendapat laporan oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum.

"Dari 600 pompa itu karena airnya begitu banyak, akhirnya 10 pompa terbakar. Saya tadi baru saja mendapatkan laporan dari Ibu Ika," kata Pramono di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (7/7/2025).

Baca Juga: Tangani Banjir yang Datang Bersamaan: Kiriman, Curah Hujan dan Rob dari Laut, Gubernur Pramono Ngaku Sampai Tak Sempat Tidur dari Kemarin

Namun, Pramono bersyukur, dengan pengaturan yang ada sampai dengan malam sekitar pukul 00.00 WIB, seluruh pompa mulai tertangani dengan baik dan pagi ini semuanya berjalan lancar.

"Dan mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Sumber Daya Air dan juga para wali kota bekerja sangat baik bersama-sama menangani banjir semalam ini, memang itu baru pertama kali dan saya sampai sekarang belum tidur," katanya.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin, mengatakan bahwa pada pagi ini beberapa pompa sedang mengalami perawatan. Namun, mereka berupaya pada sore ini semuanya berjalan lancarnya.

"Ya memang karena kejadian tadi malam, pompa kita 100% full izin Pak Gubernur, berjalan semua. Pagi ini beberapa mengalami perawatan, maintenance. Kami upayakan sore ini sudah bisa berjalan semuanya," tutur Ika.

Ia juga mengatakan, masyarakat tak perlu khawatir dengan pompa yang rusak tersebut, sebab pihaknya juga menyediakan pompa mobil yang 100% masih aktif.

"Namun Bapak-Ibu sekalian, jangan khawatir walaupun ada kendala beberapa di pompa. Pompa mobil kami 100% masih aktif. Jadi ter-backup karena pompa mobil dengan kapasitas yang sama dengan pompa stasioner," tukasnya.

Baca Juga: Gelar Sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi, Inspektorat Pemkab Tangerang Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Pungli di Sekolah

Ia menjelaskan, pihaknya menyediakan pompa di 202 lokasi, di mana pompa stasioner berjumlah 605 unit dan pompa mobil sekitar 500 unit.

"Kemudian kami memiliki juga pompa mobil di 5 wilayah. Masing-masing wilayah kami sudah bagi tadi malam 100. Jadi totalnya sekitar ada 500 baik itu pompa mobil kapasitas 250 sampai 500," terangnya.

Bahkan, lanjut Ika, pompa-pompa apung yang kecil-kecil di berbagai perkampungan semua sudah dibagi pihaknya tadi malam.

"Kemudian alat-alat berat seperti yang teman-teman lihat ada kurang lebih 202. Jadi biasanya pengerukan itu musim kering. Sekarang kita izin Pak Gubernur, musim hujan, musim kering semuanya berjalan," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.