Banyak Pelamar PPSU dari Lulusan Sarjana, Pramono Enggan Sebut Akibat Minimnya Lapangan Pekerjaan

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menanggapi terkait banyaknya pelamar rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) merupakan lulusan sarjana.
Pramono mengatakan, dirinya enggan menyebut bahwa hal tersebut terjadi diakibatkan karena minimnya lapangan pekerjaan di Jakarta.
Ia berdalih bahwa siapapun yang melamar dalam rekrutmen PPSU ini sama saja asal syarat minimal pendidikannya adalah lulusan SD.
"Bukan minim (lapangan pekerjaan), ya artinya karena syaratnya SD ya. Mau ada sarjana mau dokter Pramono Anung yang daftar juga sama aja kan gitu," kata Pramono kepada wartawan, dikutip Sabtu (12/7/2025).
Lebih lanjut, kata Pramono, dirinya pun enggan membedakan riwayat pendidikan dari para pelamar.
Sebab, yang terpenting dirinya sudah menandatangani dalam peraturan gubernur (pergub) terkait dengan minimal riwayat pendidikannya yaitu lulusan SD.
"Ya untuk PPSU mau Sarjana mau SD kami tidak membedakan. Tapi yang jelas syaratnya Pergupnya yang sudah saya tandatangani adalah SD," ujarnya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu pun menuturkan, saat ini pihaknya sedang menyusun dan mengatur dalam proses rekrutmen PPSU ini.
Nantinya, pihaknya akan memutuskan lebih lanjut dalam rapat bersama yang dipimpin oleh dirinya dan Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno.
"Sehingga dengan demikian, kami sekarang ini sedang menyerahkan kepada tim sepenuhnya, nanti sebelum diputuskan. Tentunya akan diputuskan melalui rapat bersama yang dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur," tukasnya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah membuka pendaftaran rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) secara serentak di 239 kelurahan di Jakarta pada Selasa (24/6/2025).
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Biro Pemerintahan Setda DKI Jakarta, Muhammad Faisol, menegaskan, seluruh proses rekrutmen PPSU akan berjalan secara transparan dan akuntabel, bekerja sama dengan pihak kelurahan dan Inspektorat DKI Jakarta.
"Seluruh proses rekrutmen PPSU ini gratis. Laporkan ke kanal resmi pengaduan jika ada pungutan atau kecurangan di lapangan. Semua proses rekrutmen akan dilaporkan kepada Gubernur dan akan dipantau secara ketat," kata Faisol dalam keterangannya, Selasa (24/6/2025). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




