Jakarta

Ahok Temui Gubernur Pramono di Balai Kota, Bahas PBB hingga Sistem Parkir Berbasis Voucher Digital

Yasmina Nuha | 20 Agustus 2025, 18:55 WIB
Ahok Temui Gubernur Pramono di Balai Kota, Bahas PBB hingga Sistem Parkir Berbasis Voucher Digital

 

AKURAT JAKARTA - Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bertemu dengan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ahok juga berdiskusi bersama Pramono, mulai dari Pajak Bangun Bangunan (PBB) hingga sistem parkir berbasis voucher digital.

Terkait PBB, ia menjelaskan bahwa Pemprov Jakarta tidak boleh mematok PBB melebihi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dari harga pasar.

Baca Juga: Peringati HUT Ke-64 Gerakan Pramuka, Bupati Maesyal Minta Kwarcab Kabupaten Tangerang Jadi Garda Terdepan dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

"Kita ngobrol banyak hal lah, termasuk soal PBB. PBB kan orang suka bilang zaman Ahok juga naikin PBB. Jadi prinsip PBB itu kan tidak boleh melebihi NJOP dari harga pasar," ujar Ahok kepada wartawan, Rabu (20/8/2025).

"Tahun depan mungkin ada yang harus diturunkan," sambungnya.

Ia mencontohkan, ada wilayah kampung yang harga jual tanahnya tinggi, namun NJOP masih rendah. Hal tersebut menurutnya bisa disesuaikan, tapi dengan tetap memberi keringanan.

"Jakarta dulu sampai Rp2 miliar kita gratiskan. Itu yang harus dilakukan," tutur Ahok.

Lebih lanjut, Ahok juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak serta-merta mencari pemasukan dengan menaikkan PBB.

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Sebenarnya Kenapa Relawan Damkar Tidak Diterima Penuh

Ia menilai, kondisi fiskal daerah yang tertekan tidak bisa dijawab hanya dengan membebani masyarakat.

"Paling gampang kan naikin PBB. Nah itu harusnya tidak perlu terjadi," tegasnya.

Meski begitu, politikus PDIP itu menegaskan dirinya tidak menolak kebijakan terhadap kenaikan PBB, namun mendorong agar tetap berpegang pada prinsip keadilan.

"Prinsipnya jelas, NJOP tidak boleh melampaui harga pasar. Kalau ekonomi tambah payah, harga properti turun, berarti PBB di beberapa titik juga harus ikut turun," katanya.

Selain soal PBB, Ahok dan Pramono juga membahas beberapa isu lain, mulai dari sistem parkir berbasis voucher digital, rencana integrasi pembayaran melalui JakOne, hingga penerapan cashless di pasar-pasar tradisional.

"Sekarang lagi tren global pakai voucher digital. Bisa dipakai bayar transportasi, bahkan ada undian hadiah. Itu yang kita rumuskan dengan Bank Jakarta supaya Jakarta One bisa ditingkatkan," terangnya.

Baca Juga: Geram PSN Jadi Penyebab Macet Parah di Jalan TB Simatupang, Gubernur Pramono Bakal Surati Pemerintah Pusat

Selain itu, Ahok juga menyinggung sektor pendidikan. Ia menilai Jakarta perlu menyiapkan guru dan murid dengan sertifikasi global agar bisa bersaing.

"Kalau Jakarta mau jadi kota global, gurunya juga harus punya sertifikat global. Muridnya juga begitu," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.