Massa AMPSI Demo Depan DPRD DKI, Sampaikan 3 Tuntutan, Satunya Evaluasi Tunjangan Perumahan Dewan

AKURAT JAKARTA - Puluhan massa Aliansi Mahasiswa Peduli Sosial Demokrasi (AMPSI) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat pada Kamis (4/9/2025).
Berdasarkan pantauan Akurat Jakarta, para massa aksi yang terdiri dari berbagai kampus mulai menyuarakan aksinya sekitar pukul 12.30 WIB.
Terlihat para aparat keamanan yang terdiri Polri hingga TNI diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi demo.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua AMPSD, Muhammad Ihsan, menyampaikan bahwa dalam aksi tersebut pihaknya menuntut 3 poin, salah satunya yaitu evaluasi tunjangan perumahan.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Depok Setuju Tinjau Ulang Tunjangan Perumahan Dewan
Di mana, saat ini tunjungan perumahan bagi pemimpin DPRD DKI Jakarta mencapai Rp78,8 juta per bulan. Sementara, untuk anggota DPRD DKI sebesar Rp70,4 juta per bulan.
"Yang pertama, terkait dengan transparansi dan akuntabilitas terhadap isu yang sekarang lagi marak, yang kemarin disampaikan oleh kawan-kawan, yaitu tunjangan perumahan. Itu perlu dikaji ulang, menurut kami, karena mungkin itu terlalu besar," ujar Ihsan.
Ia menilai, evaluasi ini perlu dilakukan melihat situasi dan kondisi perekonomian yang tidak berbanding terbalik dengan para wakil-wakil rakyat saat ini.
Kemudian yang kedua, pihaknya juga meminta untuk melakukan pengurangan jumlah nilai tunjangan tiap anggota DPRD DKI Jakarta.
"Itu yang ingin kami sampaikan, supaya kita melihat dengan APBD Jakarta yang sekitar Rp90 triliun, para wakil-wakil rakyat yang disini mempunyai fungsi pengawasan, itu harus lebih menerima aspirasi dari kami lagi dan teman-teman sekalian," ujarnya.
Baca Juga: 5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Menghindari Nanas, Kamu Termasuk?
Ia juga menilai, saat ini masyarakat terkonsentrasi dengan isu-isu pusat, namun lupa atau menutup mata dengan isu-isu daerah.
"Apalagi saya, khususnya saya Muhammad Ihsan, saya di sini orang asli Jakarta, karena saya tinggal di warung buncit dan saya melihat karena saya dari kecil, melihat problem di Jakarta," tuturnya.
Yang ketiga, lanjut Ihsan, untuk fungsi pengawasan, pihaknya melihat terdapat yang bau kurang sedap pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di DKI Jakarta.
Apalagi, menurutnya, dalam masa transisi dengan gubernur yang baru, otomatis pengawasan dari awal ini harus lebih ketat.
"Jadi kami minta audit beberapa BUMD yang terlihat dan isu-isu di medianya ini cukup banyak, yaitu ada Dharma Jaya, Pasar Jaya, food station yang beberapa bulan lalu itu tertangkap dirutnya, dan PAM jaya serta Jakpro," tukasnya.
Ia pun beranggapan, BUMD-BUMD tersebut perusahaan besar dan tujuannya bukan untuk mencari keuntungan saja, tapi harus lebih dirasakan lagi oleh masyarakat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 4Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 5Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 6Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 7Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 8Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







