Jakarta

Sidak ke Sejumlah Pasar Jaya, Francine PSI Temukan Tempat Parkir yang Masih Pakai Bayar Tunai hingga Gate System Buka Tutup Manual

Sastra Yudha | 12 September 2025, 06:33 WIB
Sidak ke Sejumlah Pasar Jaya, Francine PSI Temukan Tempat Parkir yang Masih Pakai Bayar Tunai hingga Gate System Buka Tutup Manual

AKURAT JAKARTA - Anggota Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo, menyatakan bahwa penerapan gate system pada tempat parkir di sejumlah Perumda Pasar Jaya masih belum optimal.

Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengaku menemukan tempat parkir di sejumlah Pasar Jaya yang masih menggunakan pembayaran dengan uang tunai.

Selain itu, Francine Widjojo juga menemukan tempat parkir yang gate sistemnya belum digitaliasi alias masih buka-tutup secara manual.

Baca Juga: Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Eintracht Frankfurt di Bundesliga, 13 September 2025: Debut Kasper Hjulmand di BayArena

Hal tersebut diungkapkan Francine Widjojo saat rapat Pansus Perparkiran DPRD Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (11/9/2025).

Francine mengaku diberi karcis dan diminta bayar tunai ketika parkir di Pasar Cipete. Padahal, lahan parkir di tempat itu sudah memiliki gate system elektronik.

“Di Pasar Cipete itu ada gatenya, tetapi ketika saya masuk, palangnya terbuka, dan saya diberi karcis tulisan tangan,” ujarnya sambil menunjukkan karcis parkir yang diterimanya sebagai bukti.

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Dirut Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, Francine mempertanyakan bagaimana Pasar Jaya mengawasi lahan-lahan parkirannya.

"Harusnya semua pasar di bawah pengelolaan Pasar Jaya pembayaran parkirnya cashless untuk mengurangi potensi kebocoran dan meningkatkan PAD Jakarta," tegasnya.

Baca Juga: Lagi Tren, Foto Polaroid AI Bareng Idol K-Pop, Begini Cara Buatnya

Bahkan, Francine mengaku mendapati tagihan parkirnya selisih 1 jam lebih ketika ingin membayar.

“Ketika saya bayar, harus saya pastikan dulu berapa lama saya parkir. Selisih 1 jam, untung saya cek dulu," ujarnya.

Tidak hanya di Pasar Cipete, Francine juga menemukan permasalahan ketika berkunjung ke Pasar Santa di Jakarta Selatan.

Ketika parkir di Pasar Santa, Francine menemukan bagian tap kartu pembayaran non tunai tidak berfungsi dan mesin parkirnya ditempel stiker "Cash only. Tidak terima e-money".

Stiker dengan tulisan yang sama juga ditempel di gardu pembayaran parkir pada pintu keluar Pasar Santa.

“Saat bayar parkir di Pasar Santa, antriannya cukup panjang, dan saya menolak bayar tunai. Lalu diberikan barcode QRIS untuk proses bayar dan ini makan waktu lebih lama dibanding tap kartu pembayaran non tunai," paparnya.

Baca Juga: Usai 4 Tahun Vakum, Jun Ji Hyun Comeback Dengan Drama Thriller “Tempest”

Francine meminta Pasar Jaya menerapkan gate system dan pembayaran non tunai di seluruh lahan parkirnya untuk mengoptimalkan pendapatan dari parkir.

Ia juga meminta Pasar Jaya untuk memiliki izin perparkiran sebagai bentuk kepatuhan pada peraturan yang berlaku.

"Pasar Jaya memiliki lebih dari 100 pasar yang memiliki lahan parkir, namun semuanya tidak memiliki izin perparkiran," tandasnya.

Dari jumlah tersebut, baru 28 tempat parkir yang memiliki izin perparkiran. Itu pun izinnya baru dalam proses pengurusan.

"Infonya baru 28 objek parkir yang sedang dalam proses diurus perizinannya, lainnya belum ada," tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.