Jakarta

Dinas KPKP DKI Akan Panggil PT KCN Terakait Tanggul Beton di Cilincing, Jamin Beri Kompensasi kepada Nelayan Terdampak

Yasmina Nuha | 17 September 2025, 13:25 WIB
Dinas KPKP DKI Akan Panggil PT KCN Terakait Tanggul Beton di Cilincing, Jamin Beri Kompensasi kepada Nelayan Terdampak

AKURAT JAKARTA - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, akan memanggil perusahaan pemilik tanggul beton di Cilincing, yaitu PT Karya Cipta Nusantara (KCN).

Dinas KPKP DKI akan meminta PT KCN memberikan kompensasi kepada para nelayan yang terdampak tanggul beton tersebut.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, juga mengatakan bahwa pihaknya bersama PT KCN akan menghitung besaran konpensasi yang akan diberikan kepada para nelayan terdampak.

Baca Juga: Prediksi Skor PSG vs Atalanta di UCL, 18 September 2025: Ujian La Dea di Parc Des Princes

"Kami akan memanggil pelaku usaha untuk segera memformulasikan kompensasi dari dampak pembangunan tersebut kepada nelayan," kata Hasudungan dalam keterangannya, Rabu (17/9/2025).

Ia mengatakan, berbagai upaya akan dilakukan pihaknya bersama PT KCN, untuk memudahkan para nelayan beraktivitas.

"Di antaranya dengan mendekatkan fishing ground (daerah penangkapan ikan) dengan perbaikan lingkungan perairan dan pemberian rumpon untuk mendekatkan ikan," katanya.

Hasudungan memastikan, nelayan yang terdampak tanggul beton akan didata dengan baik, agar dapat diberikan kompensasi yang tepat sasaran.

"Kami akan pastikan nelayan terdampak terdata dengan baik, serta mendata juga kebutuhan nelayan agar kompensasi yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna," pungkasnya.

Baca Juga: Hijaukan Bumi, Selamatkan Generasi: Wabup Intan Ikut Aksi Tanam Pohon di Cicayur Pagedangan, Gerakan Ini Diinisiasi Sinarmas Land

Sebelumnya, Gubernur Pramono meminta Dinas KPKP untuk berkomunikasi dengan PT. Karya Cipta Nusantara (KCN), terkait persoalan tanggul beton di kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara.

Pramono berharap, adanya tanggul beton tersebut tidak mengganggu keberlangsungan aktivitas nelayan di kawasan tersebut.

"Maka saya minta kepada dinas terkait termasuk Dinas Sumber Daya Air untuk berkomunikasi dengan PT tersebut, agar para nelayan yang selama ini mencari nafkah di tempat itu tidak terganggu," ujar Pramono kepada wartawan, Sabtu (13/9/2025) lalu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.