Jakarta

Komeng Keluhkan Jawa Barat Selalu Disalahkan Jadi Penyebab Banjir di Jakarta, Begini Jawaban Gubernur Pramono

Yasmina Nuha | 17 September 2025, 15:35 WIB
Komeng Keluhkan Jawa Barat Selalu Disalahkan Jadi Penyebab Banjir di Jakarta, Begini Jawaban Gubernur Pramono

AKURAT JAKARTA - Komedian kondang yang juga anggota DPD RI, Alfiansyah alias Komeng mengeluhkan dapilnya, Jawa Barat (Jabar), selalu disalahkan jadi penyebab banjir di Jakarta.

Padahal, menurut Komeng, permasalahan banjir tersebut justru permasalahannya disebabkan oleh Jakarta sendiri.

Hal ini disampaikannya dalam rapat Komite II DPD dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Gedung DPD/DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga: Kreasi Tumis Kacang Panjang Simpel tapi Bikin Ketagihan

"Ya dari Jabar sendiri sebenarnya cuma mohon perlindungan, makin hilangnya hutan, lahan hutan seperti di Ciamis, hutan adat sudah hampir hilang," kata Komeng.

"Dan permasalahannya memang kadang-kadang di Jakarta, tapi kita selalu disalahkan. Seperti banjir katanya datang dari Jabar," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa dalam banjir ini memang tidak hanya diakibatkan oleh wilayah Jakarta sendiri, melainkan ada 2 faktor lain.

Ia menjelaskan, terdapat tiga sumber banjir di Jakarta, salah satunya banjir kiriman dari wilayah sekitar Jakarta seperti di wilayah Jawa Barat yaitu Bogor dan sekitarnya.

"Ya pada prinsipnya seperti yang berulang kali saya sampaikan. Banjir itu ada tiga sumbernya. Satu karena banjir kiriman dari atas, apakah itu karena hutannya ditebang dan sebagainya-sebagainya. Terjadi, kemudian kiriman ke Jakarta," ujar Pramono di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2025).

Baca Juga: Peringkat Global Bongkar Fakta, Tiket Pesawat Murah Bukan Berarti Kualitas Murahan

Kedua, lanjut Pramono, banjir juga disebabkan oleh wilayah Jakarta sendiri karena berbagai faktor, salah satunya terkait sampah yang menumpuk.

"Tetapi banjir yang kedua adalah banjir lokal yang dialami sendiri oleh Jakarta karena sampahnya tidak dibersihkan dan sebagainya-sebagainya. Memang ada juga banjir yang diakibatkan karena internal ataupun masyarakat Jakarta sendiri," katanya.

Terakhir, mantan Sekretaris Kabinet RI itu menuturkan, banjir bisa disebabkan oleh air rob yang naik.

"Dan yang terakhir karena air rob yang naik. Tetapi pengalaman kita tiga-tiganya sekarang ini relatif kalau terjadi banjir di Jakarta pasti tidak lama karena kami mempunyai pompa 600 lebih yang selalu kita stand by-kan kalau ada banjir," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.