UI untuk Kemanusiaan: Rektor Heri Hermansyah Bukakan Jalan Pendidikan bagi Palestina

AKURAT JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) menegaskan komitmennya mendukung perjuangan kemanusiaan Palestina melalui jalur pendidikan.
Tahun ini, UI menerima tiga dokter asal Palestina untuk menempuh pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, mengatakan program ini merupakan salah satu inisiatif universitas untuk memperluas akses pendidikan tinggi, tidak hanya bagi mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia, tetapi juga bagi mereka yang berasal dari wilayah konflik.
Baca Juga: Wow! Monas Bakal Jadi Lautan Alutsista, TNI Gelar Pameran Alat Perang Simak Kapan Waktunya
“UI ingin hadir untuk kemanusiaan. Dengan menerima mahasiswa Palestina di program spesialis, kami menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan solidaritas,” ujar Heri, Kamis (18/9).
“Seperti halnya kami berupaya membuka akses bagi mahasiswa dari 3T di tanah air, kami juga ingin memberi ruang bagi mereka yang datang dari daerah konflik, agar kelak dapat kembali dan mengabdi di negaranya," sambungnya.
Heri menjelaskan, dua dokter Palestina telah memulai studi spesialis di bidang Bedah Thoraks dan Bedah Plastik di FKUI. Sementara seorang calon mahasiswa lainnya, yang seharusnya menempuh pendidikan Spesialis Paru, masih tertahan di Gaza karena situasi perang.
Baca Juga: Legislator Golkar Dukung LPDP Versi Jakarta, Harap Peserta Dapat Mengabdi kepada Pemerintah
“Kami menanti kehadirannya di UI. Kondisi di Gaza memang sangat sulit, tetapi kami berharap suatu hari ia bisa sampai ke Depok dan melanjutkan pendidikannya,” kata Heri.
Beasiswa bagi ketiga mahasiswa Palestina ini didukung sejumlah lembaga, antara lain Badan Toraks Kardiovaskuler Indonesia (BTKV), BAZNAS, serta Indonesian AID atau Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional.
Menurut Heri, program pendidikan ini adalah investasi jangka panjang yang akan memberi manfaat lebih luas.
“Ketika mereka kembali, keahlian yang diperoleh di UI bisa menjadi kontribusi besar bagi Palestina. Dan bagi kami di UI, inilah bukti nyata bahwa kampus hadir bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk kemanusiaan,” tutupnya.
Dekan FKUI, Prof. Ari Fahrial, menambahkan bahwa keberadaan mahasiswa Palestina tersebut merupakan wujud nyata solidaritas akademik.
“Kami turut prihatin dengan kondisi di Gaza. Pendidikan ini bukan hanya untuk mereka pribadi, tapi juga untuk masyarakat Palestina yang membutuhkan tenaga medis spesialis,” ujarnya singkat.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








