Berikan Keringanan Sejumlah Pajak Daerah dari PBB hingga PKB, Gubernur Pramono: Kita Gairahkan Pasar Agar Ekonomi Tumbuh

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan alasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memberikan keringanan berbagai pajak daerah bagi warga Jakarta.
Berbagai pajak yang diberi keringanan tersebut meliputi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).
Pramono menjelaskan, alasan utama pihaknya memberikan keringanan pajak daerah tersebut agar meningkatkan aktivitas dan transaksi pasar.
Baca Juga: 5 Tips Jitu Belanja Hemat Saat Diskon Besar, Kamu Wajib Coba!
"Yang paling utama adalah untuk menggairahkan pasar, karena bagaimanapun dalam kondisi ekonomi yang seperti ini, pasar kita berikan insentif atau stimulan supaya mereka lebih bergairah," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/9/2025).
Selain itu, kata Pramono, pihaknya juga ingin agar melalui kebijakan ini dapat membuka ruang bagi anak muda untuk memiliki hunian rumah.
"Dan juga secara khusus terlihat bahwa pemerintah Jakarta memang ingin membuka ruang, terutama bagi anak-anak muda yang ingin memiliki rumah dan sebagainya, itu akan kita berikan insentif," katanya.
Terkait perpajakan di Jakarta, ia menilai bahwa di bulan September ini semua berjalan dengan baik. Untuk itu, pihaknya pun memberikan keringanan dalam pajak.
"Sehingga dengan demikian karena aman, saya mendapatkan masukan dari Bu Lusi (Kepala Badan Pendapatan Daerah) untuk kita berani memberikan insentif yang lebih supaya gairah pasarnya akan lebih dari itu," tukasnya.
Tak hanya itu, Politikus PDIP itu mengatakan, pihaknya juga melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan pasar, termasuk melalui berbagai event seperti Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) dan Jakarta Running Festival.
"Inilah yang kemudian akan betul-betul menggerakkan roda ekonomi di Jakarta. Mudah-mudahan roda ekonomi di Jakarta bertahan tumbuh di atas rata-rata nasional," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

