Jakarta

Jasa Marga Disentil Legislator Golkar: Perbaikan Gerbang Tol Seharusnya Dini Hari

Ainun Kusumaningrum | 29 September 2025, 13:16 WIB
Jasa Marga Disentil Legislator Golkar: Perbaikan Gerbang Tol Seharusnya Dini Hari

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco melayangkan kritik keras terhadap langkah Jasa Marga yang secara mendadak menutup sejumlah Gerbang Tol (GT) secara bersamaan hingga menyebabkan kemacetan parah di beberapa ruas jalan Ibu Kota.

Basri menyebut, pihak Jasa Marga dinilai tidak melakukan koordinasi yang memadai sebelum mengambil tindakan penutupan.

"Koordinasi dulu dengan semua pihak jangan jalan sendiri akhirnya bikin macet parah. Merugikan banyak orang," kata politikus Partai Golkar ini, Sabtu (27/9/2025).

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Ratusan Rumah di Taman Sari, 328 KK Terdampak, Kerugian Capai Rp 28 Miliar

Menurut Basri, perbaikan fasilitas GT seharusnya hanya dilakukan pada waktu di luar jam padat, seperti dini hari atau akhir pekan.

"Iya seharusnya Jasa Marga juga kira-kira lah kalau mau perbaikan di daerah padat begitu, hari libur atau setelah jam 12 malam. Di mana aktivitas kendaraan sudah tidak terlalu padat," ujarnya.

Basri menyerahkan penyelesaian masalah teknis ini kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk berkoordinasi langsung dengan Jasa Marga.

Baca Juga: Simak, 5 Pecahan Uang Kertas Ini Tidak Berlaku Lagi, Batas Akhir September 2028

Kritik serupa sebelumnya juga telah disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Gubernur meminta agar pekerjaan perbaikan tidak dilakukan pada jam sibuk, terutama saat warga berangkat atau pulang kerja.

Sementara itu, Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti R, menjelaskan penutupan parsial di Ruas Tol Cawang-Tomang-Pluit dilakukan untuk mempercepat proses perbaikan GT yang rusak akibat aksi unjuk rasa berujung ricuh pada Agustus lalu.

"Penutupan parsial ini sebagai langkah percepatan perbaikan pada gerbang tol yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat aksi unjuk rasa," kata Ginanjar. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.