Jakarta

Usai Jabat Gubernur Satu Periode, Pramono Anung Putuskan Selesaikan Karier di Pemerintahan

Yasmina Nuha | 11 Oktober 2025, 22:42 WIB
Usai Jabat Gubernur Satu Periode, Pramono Anung Putuskan Selesaikan Karier di Pemerintahan

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa dirinya hanya ingin menjabat sebagai Gubernur Jakarta selama satu periode.

"Saya target saya pengin jadi gubernur satu periode. Tetapi saya memutuskan, benar satu periode dan berhenti," ujar Pramono di acara Top Team Workshop Bank BTN di Ballroom Grand Hyatt Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Ia menuturkan, alasan dirinya enggan menjabat kembali karena ia sudah terlalu lama di dalam pemerintahan.

Baca Juga: Hadiri Pelantikan dan Orientasi Pengurus MDI Se-Jakarta, Wantim Golkar Jojo Wahab Catat 3 Poin Ini

"Saya sudah jadi pejabat terlalu lama banget, 25 tahun enggak pernah putus. Tambah 5 tahun jadi gubernur sudah 30 tahun. Sudahlah," katanya.

Untuk itu, kata Pramono, dirinya sudah ingin menyelesaikan jabatannya di pemerintahan usai jabatannya sebagai gubernur selesai.

"Saya secara jujur harus mengatakan, sebenarnya saya sudah selesai dengan diri saya sendiri. Menjabat 25 tahun tanpa henti, dari umur 36 sudah dikawal, enggak pernah berhenti, pernah menjadi pimpinan DPR," tuturnya.

Baca Juga: MDI Se-Jakarta Gelar Pelantikan dan Orientasi, Ketua Ashraf Ali Harap Emban Amanah dengan Berdakwah

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dirinya sebenarnya tak pernah berkeinginan untuk menjadi Gubernur Jakarta.

Sebab, ia menilai perjalanan dirinya di bidang pemerintahan sebelumnya itu sudah panjang sekali, mulai jadi Sekretaris Wakil Presiden hingga Sekretaris Kabinet RI.

"Ketika umur 34 tahun, saya sudah menjadi sekretaris wakil Presiden Megawati pada waktu itu. Umur 36, eh 35 menjadi sekretaris Presiden Megawati. Dan pada waktu itu boleh menjadi anggota DPR RI. Jadi saya rangkap jabatan, anggota DPR RI dan sekaligus sekretaris Presiden Megawati, sampai dengan tahun 2024," tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya pun terpilih menjadi anggota DPR 4 kali, namun ia hanya menjalani dua kali. Kemudian, dua periode menjadi sekretaris kabinet.

"Jadi sekretaris kabinet itu pada eranya Presiden Jokowi, itu menjadi ketua kelasnya kabinet karena yang mengorkestrasi. Baru kemudian terakhir saya menjadi gubernur," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y