Jakarta

Soroti RDF Rorotan yang Masih Timbulkan Masalah, Komisi D DPRD DKI: Berpotensi Adanya Korupsi

Yasmina Nuha | 7 November 2025, 21:39 WIB
Soroti RDF Rorotan yang Masih Timbulkan Masalah, Komisi D DPRD DKI: Berpotensi Adanya Korupsi

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, menyoroti Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara yang masih menimbulkan masalah.

Pembangunan RDF Rorotan menggunakan lahan seluas 7,8 hektar dan menelan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.

Keberadaannya diklaim sebagai fasilitas pengelolaan sampah terbesar di dunia yang mampu menampung sekitar 2.500 ton sampah per hari.

Baca Juga: Gubernur Pramono Tegaskan Pemprov DKI Tanggung Penuh Biaya Pengobatan 55 Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Namun, usai dua kali uji coba, Ali menilai bahwa pengoperasian RDF masih menuai protes dari masyarakat akibat menimbulkan aroma tak sedap.

Ia pun menduga proyek tersebut dapat berpotensi bermasalah dalam hukum seperti adanya kasus korupsi.

"Faktanya hingga saat ini, RDF Rorotan tersebut masih bermasalah. Masih menuai protes dari masyarakat sekitar akibat dampak yang ditimbulkan," kata Ali dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: Insiden Ledakan Guncang SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara, 54 Orang Dilaporkan Terluka

"Proyek yang memakai uang rakyat hampir sebesar Rp1.2 triliun mulai dicurigai dan bahkan berpotensi terjadi permasalahan hukum seperti mark up dan korupsi.," tambahnya.

Ia pun meminta kepada Pemprov untuk mematang segala aspek di RDF tersebut baik itu terkat kajian maupun pengelolaan sampahnya.

"Mulai proses kajian, perencanaan, analisis dampak lingkungan (Amdal), seperti bau, proses pengangkutan sampah, serta pengelolaan sampahnya, seharusnya sudah clear atau tidak bermasalah," tegasnya.

Selain itu, Ali mengimbau agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan penjelasan secara detail dan rinci terkait Amdal di RDF Rorotan, Jakarta Utara.

Hal ini berpotensi merugikan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Termasuk merugikan masyarakat yang sudah tinggal sejak lama di wilayah Rorotan.

Apalagi, lanjut politikus Gerindra, puluhan anak-anak di Rorotan banyak mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Akibat aroma tak sedap yang menyengat hingga ke pemukiman warga.

"Masyarakat mulai menilai jika proses pembangunan RDF Rorotan ini juga terkesan ada aturan yang di langgar dalam proses pembangunannya," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y