Jakarta

Usai Insiden Mobil MBG di SDN Kalibaru 01, Gubernur Pramono Sebut Siswa Masih Belajar Daring Sementara

Yasmina Nuha | 12 Desember 2025, 22:32 WIB
Usai Insiden Mobil MBG di SDN Kalibaru 01, Gubernur Pramono Sebut Siswa Masih Belajar Daring Sementara

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di SDN Kalibaru 01, Cilincing, saat ini masih dilakukan secara daring atau online.

Hal tersebut menyusul insiden tabrakan mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan sejumlah siswa dan guru luka-luka beberapa waktu lalu.

​Pramono mengungkapkan bahwa proses belajar mengajar secara daring ini bersifat sementara dan telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera menormalkan kembali situasi.

Baca Juga: Soroti Krisis Hunian, Legislator Golkar Sardy Wahab: Program DP 0 Rupiah Anies Hanya Terobosan Belum Maksimal

​"Hal yang berkaitan dengan SD yang di Cilincing, memang sekarang ini sedang belajar secara online, daring. Tetapi saya sudah mendapat laporan dari Bu Kepala Dinas, kalau nanti dua-tiga hari ke depan sudah normal,” ujar Pramono di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2025).

​Menurut politikus PDIP itu, penanganan usai insiden ini akan mengikuti pola yang diterapkan pada kasus serupa di SMA 72 Jakarta, meskipun trauma yang dialami siswa berbeda.

​"Maka mereka seperti ketika kita menangani SMA 72. SMA 72 waktu itu lebih lama, sekitar satu minggu. Nah ini kurang lebih juga sama, tetapi kebutuhan anak-anak untuk tetap didampingi dalam proses belajar mengajar ini menjadi penting," jelasnya.

Baca Juga: Meski Diguyur Hujan, Puluhan Warga Antusias Hadiri Nobar Timnas Indonesia Vs Myanmar di Kantor DPD Golkar DKI

​Pramono juga menyoroti perbedaan antara insiden di Cilincing dengan kejadian di SMA 72. Ia menyebut, meskipun ada dampak trauma, keinginan siswa untuk kembali belajar sangat tinggi.

​"Kalau kejadian yang terjadi di Cilincing ini memang ada trauma (tapi) yang terkena (tertabrak). Kebetulan kemarin saya berdialog dengan guru, dengan murid, tetapi rata-rata saya tadi mendengarkan dari Bu Nana, keinginannya proses belajar mengajarnya segera dilakukan," ucapnya.

Sementara itu, Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Heni Nurhayani, mengatakan, sistem belajar mengajar jarak jauh ini diberlakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan siswa.

"Kegiatan belajar mengajar di SDN 01 Kalibaru sementara waktu dialihkan menjadi PJJ sampai waktu yang telah ditentukan pihak sekolah,” ujar Heni.

Selama pemberlakuan PJJ, jelas Heni, peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah, sementara guru yang tidak mengalami trauma psikologis tetap datang ke sekolah untuk menjalankan tugasnya.

Heni menambahkan, selain penataan kegiatan belajar pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Sudin Kesehatan dan jajaran Polres Metro Jakart Utara menyiapkan langkah pemulihan psikologis.

"Sudin Kesehatan dan Polres Metro Jakarta Utara akan mempersiapkan program trauma healing untuk pelajar dan guru," tukasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y