Jakarta

Soroti Kabel Semrawut, Legislator Golkar Basri Baco Nilai Penataan Utilitas Kerap Mandek dan Kalah Prioritas

Yasmina Nuha | 25 Desember 2025, 09:52 WIB
Soroti Kabel Semrawut, Legislator Golkar Basri Baco Nilai Penataan Utilitas Kerap Mandek dan Kalah Prioritas

AKURAT ​JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mengkritisi terkait perkembangan Jaringan Utilitas di ibu kota.

Baco menekankan bahwa eksekusi di lapangan selama ini berjalan sangat lambat, bahkan cenderung jalan di tempat atau mandek.

​Menurutnya, keberadaan jaringan utilitas yang tertata merupakan kebutuhan mutlak bagi Jakarta karena dua alasan utama, yaitu faktor keamanan dan estetika kota.

Baca Juga: Pembangunan Tanggul NCICD Ancol Sisa 16,4 Km, Ketua Fraksi Golkar Judistira Desak Komitmen Bersama untuk Tuntaskan

​"Kita sepakat bahwa (penataan) utilitas ini memang diperlukan. Pertama demi keamanan, dan kedua untuk mendukung aspek keindahan kota. Namun, pelaksanaannya selama ini sangat lambat, bahkan cenderung tidak berjalan sama sekali," ujar Basri Baco beberapa waktu lalu.

​Baco mengungkapkan bahwa hambatan utama tersendatnya proyek ini adalah masalah klasik, yakni keterbatasan anggaran.

Dalam setiap pembahasan APBD, program penataan utilitas kerap kali harus mengalah dan kalah prioritas dibandingkan program-program pembangunan lainnya yang dianggap lebih mendesak.

Baca Juga: Gubernur Pramono Siapkan 2 Opsi Rute LRT, Legislator Golkar Andri Santosa Desak Prioritas Rute ke Dukuh Atas

​"Kita tidak memiliki biaya yang cukup untuk melaksanakannya sendiri. Dalam setiap pembahasan anggaran, persoalan ini selalu kalah prioritas dibandingkan kepentingan lain," jelasnya.

​Sebagai solusi atas keterbatasan fiskal daerah, Koordinator Komisi B itu mengingatkan kembali adanya opsi keterlibatan pihak swasta melalui skema investasi.

Ia menegaskan bahwa peran swasta di sini bukan untuk mengambil alih proyek sepenuhnya, melainkan berpartisipasi dalam sisi pembiayaan.

​"Dalam pembahasan sebelumnya, muncul opsi agar pihak swasta dapat ikut berinvestasi. Bukan mengambil alih atau mengerjakan proyeknya secara mandiri, tetapi berpartisipasi dari sisi investasi," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y