Jakarta

LRT Jakarta Fase 1B Capai Titik Krusial, Jalur di Atas Tol Wiyoto Wiyono Resmi Tersambung 100 Persen

Yasmina Nuha | 11 Januari 2026, 11:38 WIB
LRT Jakarta Fase 1B Capai Titik Krusial, Jalur di Atas Tol Wiyoto Wiyono Resmi Tersambung 100 Persen

AKURAT JAKARTA - Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai mencatatkan capaian jalur layang kereta yang melintasi Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono berhasil tersambung 100 persen pada 9 Januari 2026.

Perlintasan tersebut menjadi salah satu titik paling krusial dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B karena berada di atas ruas tol aktif dengan lalu lintas padat. Penyambungan bentang girder sepanjang 120 meter dilakukan tanpa penutupan total jalan tol.

Konstruksi menggunakan metode balanced cantilever, yakni pembangunan bertahap dan seimbang dari dua sisi.

Baca Juga: KUHP Baru Berlaku, Pacaran Tanpa Izin Orang Tua Bisa Terancam Pidana 7 Tahun

Metode ini memungkinkan pekerjaan dilakukan dengan tingkat presisi tinggi serta meminimalkan gangguan lalu lintas.

Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro, Dian Takdir, mengatakan perlintasan Tol Wiyoto Wiyono merupakan salah satu titik kritikal dalam proyek tersebut.

"Perlintasan di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono merupakan salah satu titik kritikal pada lintasan LRT Jakarta Fase 1B. Kami bersyukur proses penyambungan dapat diselesaikan sesuai rencana," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga: Masih Ada Kelurahan di Jakarta Tanpa Puskesmas Pembantu, Gubernur Pramono Janji Bakal Selesaikan Segera

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut mencerminkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Jakpro, kontraktor, hingga operator jalan tol dan pemangku kepentingan terkait.

Secara fisik, penyambungan ini menandai tersambungnya jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka.

"Jalur tersebut menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat melalui jaringan rel layang terintegrasi," jelasnya.

Hingga akhir Desember 2025, lanjut Dian, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B tercatat telah mencapai 89,22 persen.

Sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung.

"Sementara itu, pekerjaan track work telah mencapai 4,7 kilometer dari total panjang 12,8 kilometer. Pekerjaan arsitektural serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) masih berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai," tukasnya.

Dari sisi lingkungan, kata Dian, LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik dinilai berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon dibandingkan kendaraan pribadi.

Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 2.927.250 ton CO₂ ekuivalen.

"Proyek ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengembangan transportasi publik massal untuk mendukung mobilitas perkotaan serta mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan," tandasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y