Jakarta

Antisipasi Lonjakan Penyakit, Gubernur Pramono Minta Jajaran Siaga Super Flu dan DBD

Yasmina Nuha | 20 Januari 2026, 21:53 WIB
Antisipasi Lonjakan Penyakit, Gubernur Pramono Minta Jajaran Siaga Super Flu dan DBD

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta Pramono Anung memerintahkan jajaran terkait untuk terus memantau perkembangan kasus Super Flu dan Demam Berdarah (DB) di Ibu Kota agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

"Berkaitan dengan demam berdarah, saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk selalu memantau dua hal, yaitu yang berkaitan dengan Super Flu dan demam berdarah," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Memasuki musim penghujan, Pramono mengakui adanya peningkatan kasus DB. Ia menyebut wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi.

Baca Juga: Golkar DKI Jakarta Intensifkan Bantuan Korban Banjir, Kader dan Fraksi DPRD Turun ke Wilayah Terdampak

"Untuk demam berdarah memang di beberapa daerah, terutama di barat dan utara, dengan curah hujan seperti ini pasti ada peningkatan kasus," tuturnya.

Kendati demikian, Pramono memastikan penanganan demam berdarah di Jakarta berjalan dengan baik. Ia menilai fasilitas layanan kesehatan di Ibu Kota telah memadai untuk menangani pasien DB.

"Apalagi fasilitas kita yang berkaitan dengan demam berdarah, baik puskesmas pembantu, puskesmas, maupun rumah sakit, semuanya sudah tersedia dan siap untuk rujukan," jelasnya.

Baca Juga: Antisipasi Banjir Ekstrem, Pemprov DKI Geser Anggaran BTT untuk Modifikasi Cuaca Selama Sebulan Penuh

Sementara itu, lanjut politikus PDIP itu, terkait kasus Super Flu di wilayah Jakarta belum ditemukan hingga saat ini.

Meski demikian, ia tetap meminta Dinas Kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut.

"Alhamdulillah, yang berkaitan dengan SuperFlu sampai hari ini belum ada yang terkena di Jakarta, dan mudah-mudahan tidak ada," tukasnya.

Diketahui, angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta Barat tergolong tinggi belakangan ini.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, yaitu dari Oktober 2025 sampai pertengahan Januari 2026 tercatat ada 503 kasus DBD.

"Pada Oktober tercatat 160 kasus, November 161 kasus, dan Desember meningkat menjadi 163 kasus," ujar Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna kepada wartawan, Senin (19/1/2026). (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y