Jembatan Penghubung JIS dengan Ancol Diberi Nama JPO Bersama BTN, Diyakini Bakal Jadi Icon Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, melaksanakan ground breaking Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan wisata Ancol.
Ground breaking jembatan yang diberi nama JPO Bersama BTN tersebut dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026.
Ground breaking atau peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan infrastruktur penunjang kawasan olahraga dan hiburan berskala internasional tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas pemangku kepentingan dalam pembangunan JPO tersebut.
Gubernur Pramono Anung mengakui, proses dimulainya proyek JPO Bersama BTN ini cukup panjang karena adanya ego sektoral.
Namun, kolaborasi antara Pemprov DKI, BTN, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan PT Jakarta Propertindo memungkinkan proyek ini dapat terealisasi.
"Saya sungguh-sungguh meyakini bahwa tempat ini akan menjadi salah satu icon-nya Jakarta. Saya sudah meminta kepada Ancol dan Jakpro, nanti harus ada museum Persija. Intinya adalah, saya ingin betul-betul membangun dan mengembangkan Jakarta," tutur Pramono.
Gubernur Pramono meyakini, JPO Bersama BTN yang pembangunannya diharapkan akan selesai pada Mei 2026 akan mengubah wajah Jakarta di bagian utara.
Baca Juga: Tangis Anak Indonesia di Lapangan Lopburi, Ketika Mimpi Villa 2000 Dirampas Intimidasi
Karena pada saat yang sama sedang dilakukan pembangunan KRL yang direncanakan akan rampung April 2026.
Dengan demikian, jika perayaan ulang tahun Jakarta ke-499 pada Juni 2026 dilaksanakan di JIS ataupun Ancol, adanya JPO ini akan memudahkan hilir-mudik masyarakat.
Sebagai mitra Pemprov DKI Jakarta, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sangat mendukung pembangunan jembatan yang diberi nama JPO Bersama BTN tersebut.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan bahwa proyek JPO Bersama BTN tersebut merupakan buah ide Gubernur DKI yang didiskusikan bersama Ancol dan Jakpro melalui proses yang cukup panjang.
Senada dengan Gubernur DKI, Nixon meyakini bahwa JPO tersebut akan menjadi icon di Jakarta Utara yang akan menjadi masa depan Jakarta sebagai kota global.
“Kami berterima kasih telah diberikan kesempatan untuk bisa mendesain terusan jembatan ini sehingga bisa memiliki fresh look dan ramah pejalan kaki, serta bisa menjadi solusi baik bagi Ancol maupun JIS ke depannya,” kata Nixon.
Nixon menegaskan, JPO Bersama BTN diharapkan menjadi landmark baru sekaligus penggerak aktivitas kawasan karena kelengkapan konektivitasnya, ditunjang jalur KRL, Transjakarta, jalan tol, serta kawasan danau, sungai, dan laut.
Bahkan, kata Nixon, kawasan ini memiliki potensi menjadi “The New Clark Quay”, sebuah kawasan dermaga pinggir sungai yang populer di Singapura.
“Pasti ramai, seru, dan mungkin kalau aktivitas di JIS makin ramai, perhotelan akan juga muncul di daerah ini cukup banyak. Itu akan menjadi suatu aktivitas ekonomi baru buat Jakarta,” ujarnya.
Sementara Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan bahwa Jakpro selaku pengelola Jakarta International Stadium menilai groundbreaking JPO Bersama BTN merupakan sebuah langkah penting bagi kemajuan infrastruktur dan mobilitas di Jakarta.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendukung visi besar dan transformasi Jakarta sebagai kota global yang hijau, tangguh, dan inklusif, sekaligus upaya memperkuat kawasan wisata, olahraga, dan pemukiman,” ujar Iwan.
Iwan menambahkan, kolaborasi ini dilakukan untuk memecahkan tantangan aksesibilitas dan konektivitas yang selama ini menjadi isu di kawasan JIS.
Apalagi, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dalam berbagai penyelenggaran event nasional maupun internasional di stadion tersebut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




