Zaki Iskandar Sebut Bermain di Luar Negeri Bukan Jaminan Masuk Timnas Indonesia

AKURAT JAKARTA — Manajer Tim Nasional Indonesia kelompok umur, Ahmed Zaki Iskandar, menegaskan bahwa status pemain yang berkarier di luar negeri (diaspora) bukan merupakan jaminan otomatis untuk menembus skuad Garuda.
Menurutnya, standar kualitas tetap menjadi tolok ukur utama dalam proses rekrutmen pemain nasional.
Dalam wawancara di kanal Garuda TV, Zaki meluruskan persepsi publik mengenai kemudahan pemain diaspora masuk ke jajaran tim nasional.
Baca Juga: Keistimewaan Sepak Bola Indonesia yang Memikat John Herdman hingga Mau Tukangi Timnas
Dia menekankan bahwa kredibilitas klub luar negeri tempat mereka bernaung tidak serta-merta menggugurkan kewajiban untuk mengikuti seleksi ketat.
"Pemain diaspora tidak serta-merta bisa langsung masuk ke Tim Nasional. Kita sering melihat pemain A, B, atau C bermain di klub asing di berbagai negara, tapi garis bawah utamanya adalah tetap pada kualitas individu mereka," tegas Zaki.
Standar Kompetitif dan Objektivitas
Zaki menjelaskan bahwa tujuan utama pemanggilan pemain diaspora adalah untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan standar permainan tim.
Oleh karena itu, pemain yang dipanggil diharapkan memiliki kemampuan teknis yang melampaui rata-rata pemain di kompetisi domestik.
Baca Juga: Persita Tembus Lima Besar, Target Zaki Iskandar di Putaran Pertama Terpenuhi
Dia menekankan bahwa jika kualitas pemain diaspora hanya setara atau justru berada di bawah pemain lokal, maka tidak ada alasan mendesak untuk melakukan pemanggilan.
"Apabila kualitas para pemain ini berada di atas pemain domestik, itu memungkinkan. Namun, jika kualitasnya sama atau justru di bawahnya, maka tidak bisa sembarangan dipanggil. Ini adalah Tim Nasional," tegas mantan Bupati Tangerang tersebut.
Proses Seleksi Tanpa Pengecualian
Lebih lanjut, Zaki menjamin bahwa setiap pemain, baik yang berkompetisi di dalam negeri maupun di luar negeri, wajib melalui tahapan seleksi yang objektif.
Tidak ada hak istimewa (privilege) bagi mereka yang menyandang status pemain luar negeri.
"Pemain yang bermain di luar negeri tidak automatic masuk ke dalamnya (Timnas). Mereka tetap harus melalui proses seleksi yang sangat ketat untuk memastikan hanya yang terbaik yang memperkuat negara," pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





