Jakarta

Tinjau Lahan untuk Normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Gubernur Pramono Targetkan Pembebasan 133 Bidang Tanah Rampung Tahun Ini

Yasmina Nuha | 29 Januari 2026, 13:08 WIB
Tinjau Lahan untuk Normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Gubernur Pramono Targetkan Pembebasan 133 Bidang Tanah Rampung Tahun Ini

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau langsung proses pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).

Pembebasan lahan ini merupakan bagian dari rencana aksi pengendalian banjir Sungai Ciliwung serta tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum kepada Gubernur DKI Jakarta Nomor SA 01-Mn/217 tertanggal 11 April 2025 tentang dukungan pengadaan tanah.

"Baru saja kita menyaksikan pembebasan lahan dalam rangka normalisasi Kali Ciliwung di Cawang, Jakarta Timur. Ini merupakan bagian dari upaya serius Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir, khususnya dalam jangka menengah," ujar Pramono di lokasi.

Baca Juga: Jangan Lupa! IIMS 2026 Mulai Digelar Pekan Depan, Pameran Otomotif dan Konser Musik Selama 11 Hari, Tampilkan Iwan Fals, Tulus, Hindia hingga Dewa 19

Ia menjelaskan, normalisasi Kali Ciliwung sempat terhenti sejak 2017 dan kini kembali dilanjutkan karena memiliki peran strategis dalam sistem pengendalian banjir Jakarta.

Sekitar 40 persen aliran sungai di Jakarta berada di kawasan Ciliwung, sehingga pengendalian sungai tersebut dinilai sangat krusial.

"Kalau Ciliwung bisa dikendalikan dengan baik, dampaknya akan signifikan terhadap pengendalian banjir di Jakarta," katanya.

Khusus di wilayah Cawang, kebutuhan pembebasan lahan mencapai sekitar 411 bidang dengan panjang penanganan kurang lebih 2.401 meter.

Pada 2025, Pemprov DKI Jakarta telah membebaskan 20 bidang tanah dengan panjang sekitar 150 meter.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Perketat Patroli Jelang Ramadhan

Selanjutnya, pada 2026 direncanakan pembebasan 133 bidang tanah dengan panjang penanganan sekitar 557 meter, sementara sisanya akan dilaksanakan pada 2027.

Pramono menegaskan, seluruh proses pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air tanpa perantara. Adapun penilaian harga dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Saya menginginkan proses normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan baik dan tanpa gejolak. Sejauh ini pembebasan lahan sudah dilakukan cukup masif," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Pemprov DKI Jakarta, Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, serta jajaran Dinas Sumber Daya Air di lapangan yang dinilai mampu menjaga situasi tetap kondusif.

"Kami berterima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta. Mudah-mudahan normalisasi Kali Ciliwung ini dapat berjalan dengan baik dan lancar," ucap Pramono.

Baca Juga: Ada Syuting Film Tygo yang Dibintangi Lisa BLACKPINK, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Karawaci Tangerang hingga Kota Tua Jakarta

Lebih lanjut, politikus PDIP itu menegaskan pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, sedangkan pembangunan tanggul akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Terkait warga terdampak, ia memastikan skema yang diterapkan adalah ganti rugi. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga membuka opsi bagi warga yang ingin menempati rumah susun milik pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada persoalan berarti di lapangan. Ini berkat koordinasi dan kerja sama yang sangat baik," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.