PBNU Buka Beasiswa Santri ke Maroko 2026, Simak Ketentuan Pendaftaran di Sini

AKURAT JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali membuka pendaftaran beasiswa pendidikan bagi para santri untuk melanjutkan studi ke Kerajaan Maroko tahun akademik 2026.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara PBNU dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kerajaan Maroko dalam rangka penguatan kapasitas kader santri di kancah internasional.
Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU, KH Hodri Ariev, menegaskan bahwa beasiswa ini bertujuan mencetak kader santri yang berwawasan global namun tetap teguh memegang tradisi keilmuan pesantren dan kitab turats.
"Proses seleksi dipastikan murni tanpa ada titipan. Semua santri yang memenuhi syarat berhak mengikuti," ujar Kiai Hodri di Jakarta.
Fasilitas dan Ketentuan Pendaftaran
Beasiswa ini bersifat penuh, mencakup biaya perkuliahan, tempat tinggal, makan, hingga uang saku bulanan.
Pendaftaran dibuka mulai 23 Januari hingga 30 Januari 2026 melalui laman resmi beasiswa.nu.or.id.
Beberapa syarat utama yang ditetapkan antara lain:
- Status: Santri yang sudah lulus (gap year) dengan usia ijazah maksimal 3 tahun.
- Usia: 18-25 tahun per 1 Maret 2026.
- Kualifikasi: Memiliki syahadah hafalan Al-Qur’an 30 Juz.
- Rekomendasi: Wajib melampirkan surat rekomendasi dari PCNU atau RMI kota asal serta pengasuh pesantren.
- Komitmen: Menandatangani kesediaan mengabdi kepada NU setelah lulus.
Baca Juga: Pulau Kotok, Surga Bahari Asri dan Rumah Elang Bondol di Utara Jakarta
Tahapan Seleksi
Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti wawancara pada 11 Februari 2026. Pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 20 Februari 2026, yang selanjutnya diikuti dengan program inkubasi sebelum mengikuti ujian Muqobalah oleh otoritas Maroko.
Adapun sejumlah perguruan tinggi yang ditawarkan meliputi Universitas Fatimah al-Fihriyah (Fes), Universitas Imam Nafi (Tangier), hingga Universitas Daarul Qur’an Imam Malik (Tetouan).
Program ini diharapkan terus berlanjut guna menjaga transmisi keilmuan antara ulama Nusantara dan ulama Timur Tengah, khususnya Maroko yang dikenal memiliki kedekatan tradisi keislaman dengan Indonesia.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




