Jakarta

RDF Rorotan Kembali Beroperasi, Dinas LH DKI Pastikan Tahapan Ketat, Sabtu dan Minggu untuk Pembersihan

Yasmina Nuha | 2 Februari 2026, 13:10 WIB
RDF Rorotan Kembali Beroperasi, Dinas LH DKI Pastikan Tahapan Ketat, Sabtu dan Minggu untuk Pembersihan

AKURAT JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan bahwa Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara kembali beroperasi dengan skema bertahap.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan seluruh proses pengolahan sampah di fasilitas tersebut dikawal ketat, menyusul kekhawatiran warga terkait potensi bau dan pencemaran lingkungan.

Asep menyampaikan bahwa RDF Rorotan saat ini belum berjalan penuh. Operasional berlangsung lima hari dalam sepekan dengan dua shift kerja, sementara Sabtu dan Minggu digunakan khusus untuk pembersihan serta penataan area.

Baca Juga: IIMS 2026 Segera Tiba! Event Wajib bagi Pecinta Otomotif

"Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari," ujar Asep dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

"Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur," imbuhnya.

Ia menjelaskan, sampah yang masuk berasal dari enam kecamatan di Jakarta Utara dan lima kecamatan di Jakarta Timur.

Pada setiap tahapan peningkatan kapasitas, DLH memastikan seluruh sistem pengendalian emisi maupun kebauan berfungsi sesuai standar teknis.

Sektor pengangkutan—yang selama ini menjadi sorotan warga—juga mendapat perhatian serius.

DLH memastikan seluruh pasokan sampah menuju fasilitas ini menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024–2025.

Baca Juga: Pantai Gigi Hiu, Destinasi Instagramable Lampung yang Buat Adem Pikiran

"Tidak ada lagi kendaraan terbuka yang masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk compactor tertutup ini dirancang untuk mencegah bau dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan," tegasnya.

DLH juga mengoperasikan dua pos pantau di pintu masuk dari arah Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Setiap kendaraan diperiksa, mulai dari kondisi bak hingga penampungan lindi. Bila tidak memenuhi SOP, kendaraan langsung diminta kembali ke lokasi asal.

"Selama hampir empat pekan terakhir, tidak ada keluhan masyarakat terkait ceceran air lindi di sepanjang rute menuju RDF Plant Rorotan," jelas Asep.

Asep menambahkan, cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat DLH harus menerapkan penyesuaian teknis di lapangan agar proses tetap aman. Prinsip kehati-hatian, menurutnya, menjadi pegangan utama.

Baca Juga: Mengenal Virus Nipah, Penyakit Zoonotik Mematikan yang Perlu Diwaspadai

"Semua proses kami kawal ketat agar pengelolaan sampah berjalan aman, terkendali, dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menegaskan, penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan akan terus dilakukan sebagai upaya menghadirkan sistem pengelolaan sampah modern yang lebih aman dan berkelanjutan.

"Fasilitas ini dibangun agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah," tandas Asep. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.