Aturan 200 Penumpang Dinilai Membebani Sopir JakLingko, Legislator Golkar Ramly HI: Sama Saja Balik ke Sistem Ngetem

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, menilai kebijakan baru Pemerintah Provinsi DKI yang mewajibkan setiap armada JakLingko mengangkut 200 penumpang per hari justru kontraproduktif terhadap tujuan layanan transportasi gratis di ibu kota.
Ia menyebut aturan tersebut membuat para sopir terpaksa mengejar target dengan cara-cara lama yang dulu justru ingin dihilangkan dari sistem angkutan Jakarta.
"Kalau diterapkan seperti itu, sopir kan kejar-kejar orang, sama dengan mobil reguler yang dulu. Harus ngetem supaya dapat penumpang 200 per hari," ujar Ramly, beberapa waktu lalu
Baca Juga: Gelar Reses Ke-2 Masa Sidang II, Legislator Golkar Andri Santosa Janji Kawal Aspirasi Warga Dapil
Menurutnya, kebijakan ini menimbulkan tekanan baru bagi sopir yang sebelumnya sudah mengeluhkan keterlambatan pembayaran operasional.
Alih-alih meningkatkan kualitas pelayanan, aturan target penumpang ini dinilai membuat sopir bekerja tidak fokus pada keselamatan dan kenyamanan penumpang, melainkan pada jumlah yang harus dipenuhi.
Ramly menegaskan bahwa prinsip dasar JakLingko adalah layanan transportasi terintegrasi yang memudahkan mobilitas warga, bukan sistem yang mengulang pola angkutan reguler berbasis kejar setoran.
Baca Juga: Fraksi Golkar Nilai Raperda Sistem Pangan Daerah Belum Kuat, Soroti Celah Pengaturan CPPD
"Ini kan terbalik-balik. Yang dikejar harusnya pelayanan dan keteraturan, bukan angka penumpang," katanya.
Selain itu, Anggota Komisi E itu mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami para sopir dan operator JakLingko.
Menurutnya, keterlambatan pembayaran hingga 16 hari telah memicu situasi genting dan hampir berujung pada pemogokan massal.
Ramly menyebut para sopir berada dalam posisi sulit lantaran pembayaran operasional yang seharusnya rutin justru tersendat.
"Hampir terjadi pemogokan massal. Mobil-mobil JakLingko itu hampir mogok karena 16 hari tidak dibayar," tukas Ramly. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







