Legislator Golkar Andri Santosa Desak Rute Baru Blok M-Bandara Soetta Terintegrasi MRT hingga KRL

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, menekan pentingnya integrasi antarmoda dalam pembukaan rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
Rute baru Transjabodetabek itu diharapkan dapat tersambung dengan moda transportasi umum di Jakarta lainnya.
"Layanan Transjabodetabek rute ini diharapkan dapat tersinkronisasi dengan moda transportasi lain seperti MRT, LRT, TransJakarta, dan KRL," kata Andri kepada Akurat Jakarta, Jumat (20/2/2026).
"Sehingga masyarakat benar-benar merasakan kemudahan perpindahan antarmoda dari berbagai penjuru Jakarta menuju bandara," sambungnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota yang lebih berorientasi pada transportasi publik.
Rute Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut.
Baca Juga: Implementasi Pemekaran Kelurahan, Legislator Golkar Alia Laksono: Jangan Ada Alasan KTP Masih Proses
"Fraksi Golkar DPRD DKI akan terus mengawal pelaksanaannya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," tukasnya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan rute baru Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan mulai beroperasi sebelum Lebaran 2026.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan layanan ini dipersiapkan khusus untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat, termasuk pemudik dan pelancong yang membawa barang bawaan besar seperti koper.
Nantinya, penumpang diperbolehkan membawa koper selama masih dapat ditata dengan baik di dalam bus.
"Nanti teknisnya di lapangan ya. Tetapi yang jelas selama (barang bawaan koper) bisa muat di bus, ya silakan aja," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (12/2/2026). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









