Legislator Golkar Andri Santosa Dorong Percepatan Transisi Bus Listrik TransJakarta demi Target Zero Emission 2030

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, mendorong percepatan transisi armada Transjakarta dari bus berbahan bakar fosil menuju bus listrik sebagai bagian dari upaya mencapai target nol emisi (zero emission) pada 2030.
Hal tersebut disampaikan Andri dalam rapat evaluasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Bus-bus dengan bahan bakar fosil itu masih berapa banyak kira-kira? Kemudian untuk program kita menuju Zero Carbon sampai 2030 itu progresnya setiap tahun seperti apa, nanti juga tolong dijelaskan," ujar Andri.
Ia juga mempertanyakan rencana peremajaan armada, terutama terhadap bus berbahan bakar fosil yang masa kontraknya akan segera berakhir.
"Tahun ini kira-kira ada enggak yang kontrak bus fosilnya habis? Ada peremajaan?" kata Anggota Komisi B itu.
Menurut Andri, armada berbahan bakar fosil yang sudah tidak efisien sebaiknya tidak lagi diperpanjang kontraknya agar tidak menghambat program transportasi ramah lingkungan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kita harapkan bus-bus yang masih menggunakan bahan bakar di luar EV itu tidak diperpanjang lagi. Karena selain faktor usia, juga bisa menghambat program Zero Emission yang sudah direncanakan dalam RPJMD," tegasnya.
Ia menambahkan, peremajaan armada menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh unit baru yang beroperasi di TransJakarta sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan.
DPRD DKI Jakarta berharap langkah percepatan elektrifikasi armada ini tidak hanya mendukung target pengurangan emisi karbon, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan transportasi publik yang lebih modern dan berkelanjutan di Jakarta.
Diketahui, Transjakarta terus melakukan berbagai inovasi berbasis kebutuhan pelanggan, dalam mendukung mobilitas hijau.
Sebanyak 470 unit bus listrik kini telah beroperasi, dengan target elektrifikasi penuh atau 100 persen armada pada 2030 sebagai upaya menekan emisi dan meningkatkan kualitas udara Jakarta. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 2Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





