Politisi Golkar Alia Noorayu Tegaskan Pendatang Baru di Jakarta Harus Miliki Keterampilan

AKURAT JAKARTA — Sebagai kota inklusif, Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari peruntungan. Meski demikian, para pendatang diingatkan untuk tidak hanya bermodal tekad.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen tidak akan menerapkan operasi yustisi atau pemeriksaan khusus kepada pendatang baru usai libur Idulfitri 1447 Hijriyah tahun 2026.
Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, mengemukakan bahwa urbanisasi yang tidak diiringi dengan kesiapan keterampilan akan menimbulkan persoalan sosial baru dan menjadi beban bagi Kota Jakarta.
Baca Juga: Politikus Golkar Sebut Ketergantungan Jakarta pada TPST Bantargebang Harus Segera Diakhiri
“Kita tidak ingin melihat pendatang yang akhirnya menjadi 'Pak Ogah', manusia gerobak, atau bahkan terjerumus ke dalam tindakan kriminal. Hal ini harus menjadi perhatian bersama, khususnya Pemprov DKI Jakarta,” kata politisi Partai Golkar tersebut dalam keterangannya di Jakarta.
Alia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak pada ketertiban umum serta citra Jakarta sebagai kota metropolitan yang sedang bertransformasi menjadi kota global.
Oleh karena itu, para pendatang diharapkan membawa "semangat investasi" melalui kemandirian ekonomi, seperti membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejalan dengan hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta, Kent, menambahkan bahwa kemampuan menciptakan lapangan kerja mandiri akan sangat membantu perekonomian daerah.
Langkah ini mendukung program Pemprov DKI dalam memosisikan Jakarta sebagai pusat perekonomian internasional.
Ke depannya, Alia Noorayu memastikan jajaran DPRD dan Pemprov DKI akan terus mendorong kebijakan penataan urbanisasi yang lebih terarah.
Strategi yang disiapkan meliputi penguatan ekonomi di daerah asal, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga pengawasan sosial yang lebih ketat di ibu kota.
“Kami percaya, dengan niat baik dan kerja keras, para pendatang bisa menjadi bagian dari solusi, bukan beban. Kota Jakarta bukan hanya tempat mencari kehidupan, tetapi juga ruang untuk berkontribusi dan tumbuh bersama,” pungkas Alia.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano di La Liga, 20 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Memutus Rekor Buruk?
- 2Prediksi Skor Fenerbahce vs Slavia Praha di UCL, 20 Oktober 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Istanbul
- 3Prediksi Skor Sabah FK vs Borussia Dortmund di UCL, 20 Oktober 2026: Mampukah The Owls Memperpanjang Tren Buruk Die Borussen?
- 4Prediksi Skor AC Monza vs Cagliari di Serie A, 19 Oktober 2026: Tuan Rumah Terancam oleh Ketangguhan Rossoblu
- 5Prediksi Skor Parma vs Torino di Serie A, 20 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Tuan Rumah di Tengah Ancaman Granata
- 6Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City di Premier League, 20 Oktober 2026: Mampukah Spurs Akhiri Paceklik Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Napoli vs Bodo/Glimt di UCL, 21 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Tengah Ancaman Kejutan Tim Norwegia
- 8Prediksi Skor FC Porto vs PSV Eindhoven di UCL, 21 Oktober 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman bagi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






