Legislator Golkar Basri Baco Dorong Hukuman Tegas Buang Sampah Sembarangan, Contoh Era Ahok Diangkat Lagi

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mendorong penerapan sanksi tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan seperti era kepemimpinan mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Ia menilai, tanpa penegakan hukum yang kuat, upaya penanganan krisis sampah di ibu kota akan sulit berjalan efektif.
Hal itu disampaikan Baco dalam Forum Group Discussion (FGD) Strategi Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sinergi Pemuda dalam Pengelolaan Sampah Kota yang Berkelanjutan di Halaman Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Hasilkan 8.000 Ton Sampah per Hari, Legislator Golkar Judistira Dorong Jakarta Mampu Kelola Mandiri
Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa persoalan sampah di Jakarta sudah berada pada tahap darurat dan membutuhkan langkah luar biasa.
"Kalau dikasih tahu tidak bisa, diingatkan tidak bisa, diedukasi tidak bisa, mau nggak mau mesti ada punishment atau penegakan hukum," kata Baco.
Ia pun menyinggung kembali kebijakan di era Ahok yang dinilai cukup efektif menekan perilaku buang sampah sembarangan, khususnya di sungai.
Menurut Baco, saat itu masyarakat merasa jera karena adanya ancaman sanksi denda hingga Rp500 ribu atau hukuman pidana. Bahkan, warga yang melaporkan pelanggaran juga diberikan insentif.
"Jamannya Ahok gubernur, orang begitu takutnya buang sampah ke kali. Karena ada denda dan bahkan yang mendokumentasikan pelanggaran bisa dapat hadiah," ujarnya.
Ia menilai pendekatan tersebut bisa menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan kembali oleh DPRD DKI Jakarta, khususnya dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah yang saat ini tengah berjalan.
Sekretaris DPD Golkar DKI itu menekankan, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi dan kebijakan administratif.
Perubahan perilaku masyarakat harus didorong melalui kombinasi edukasi dan penegakan hukum yang konsisten.
"Kalau budaya buang sampah sembarangan tidak kita ubah, maka hampir mustahil kita bisa menyelesaikan persoalan ini dalam waktu singkat," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





