Legislator Golkar Judistira: Pansus Pengolaan Sampah Targetkan Rekomendasi Kebijakan Rampung 4 Bulan

AKURAT JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta mengintensifkan pembahasan isu persampahan dengan menitikberatkan pada penguatan pengelolaan dari sumber.
Pansus menargetkan seluruh rekomendasi kebijakan dapat dirampungkan dalam waktu empat bulan.
Ketua Fraksi Golkar sekaligus Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mengatakan percepatan dilakukan dari jadwal awal pembahasan selama enam bulan.
Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Soroti Pungutan Perpisahan Sekolah, Khawatir Memberatkan Orang Tua
"Kami targetkan selesai dalam empat bulan," ujar Judistira di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan, langkah utama yang didorong adalah pengurangan sampah sejak dari tingkat rumah tangga melalui pemilahan. Menurutnya, upaya tersebut harus dibarengi dengan edukasi dan sosialisasi yang masif kepada masyarakat.
"Jakarta darurat sampah. Semua pihak harus terlibat. Dimulai dari pemilahan di rumah," kata dia.
Selain itu, Judistira mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras) pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, seperti RT dan RW.
Hal ini dinilai penting agar masyarakat dapat langsung berpartisipasi dalam pengelolaan sampah.
"Harus disiapkan sarpras agar masyarakat bisa langsung bergerak," ujar Anggota Komisi D itu.
Pansus juga memastikan bahwa hasil akhir pembahasan akan disusun secara konstruktif dan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan bersifat aplikatif dan dapat diimplementasikan secara efektif di Jakarta.
"Kami ingin rekomendasi yang aplikatif dan bisa diterapkan di Jakarta," tambah Judistira.
Dalam pembahasan tersebut, beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang turut menjadi sorotan.
Saat ini, fasilitas tersebut menampung sekitar 60 juta ton sampah lama, dengan tambahan timbulan baru mencapai sekitar 8.000 ton per hari.
Kondisi tersebut semakin menegaskan urgensi pembenahan sistem pengelolaan sampah di ibu kota, khususnya melalui pengurangan dari sumber sebagai langkah strategis jangka panjang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








