Legislator Golkar Dadiyono Dorong Pembangunan Mako Satpol PP Masuk APBD Perubahan 2026

AKURAT JAKARTA - Bendahara Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dadiyono, mendorong agar pembangunan markas komando (Mako) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dapat dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
Usulan tersebut dinilai mendesak mengingat hingga kini Satpol PP DKI Jakarta belum memiliki fasilitas markas yang memadai.
Dadiyono mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan pembangunan Mako tersebut dalam pembahasan anggaran mendatang.
"Kita berharap setidaknya di anggaran perubahan nanti bisa masuk. Ini yang kita harapkan," ujar Dadiyono kepada Akurat Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, sebelumnya pembangunan Mako Satpol PP sempat direncanakan masuk dalam anggaran 2026. Namun, rencana tersebut batal terealisasi akibat kebijakan efisiensi anggaran.
"Tadinya kita berharap di 2026, ternyata ada efisiensi yang cukup dalam. Ini yang kemudian dicoret," katanya.
Menurut Dadiyono, keberadaan Mako Satpol PP merupakan kebutuhan yang mendesak. Pasalnya, dengan jumlah personel yang mencapai ribuan dan tersebar hingga tingkat kelurahan, Satpol PP saat ini belum memiliki fasilitas markas yang mumpuni.
"Satpol PP ini jumlahnya ribuan, dari provinsi sampai ke bawah. Tapi sampai sekarang belum punya Mako. Bahkan di tingkat kelurahan pun ruangnya sangat terbatas," ungkapnya.
Ia menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan peran strategis Satpol PP sebagai ujung tombak penegakan peraturan daerah (Perda) dan penjaga ketertiban umum di ibu kota.
"Padahal mereka ini pelaksana di lapangan, yang pertama kali menangani pelanggaran Perda. Harusnya didukung dengan fasilitas yang layak," tegasnya.
Karena itu, Fraksi Golkar menilai pembangunan Mako Satpol PP sudah masuk kategori prioritas dan perlu segera direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026.
"Ini sudah termasuk urgent. Kita akan dorong terus supaya bisa terealisasi," tukas Anggota Komisi A itu.
Diketahui, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyoroti kondisi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang hingga kini belum memiliki markas komando (mako) yang memadai.
Rano mengaku telah mengunjungi Satpol PP dan melihat langsung keterbatasan fasilitas yang dimiliki instansi tersebut.
Ia menilai, kondisi ini tidak sebanding dengan besarnya tugas yang diemban Satpol PP sebagai pelaksana penegakan peraturan daerah.
"Instansi sebesar itu tidak punya mako. Ada memang yang kecil di Kebon Sirih, tapi itu belum memadai," ujar Rano di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






