Pasca Insiden Balita Tewas Terperosok ke Lubang Proyek di Manggarai, DPRD DKI Dorong Pemprov Evaluasi Menyeluruh

AKURAT JAKARTA – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan proyek pembangunan.
Hal ini menyusul meninggalnya seorang balita berinisial I alias O (4) usai terperosok ke lubang proyek Lapangan Multifungsi Taman RW 04 di Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Kevin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berkewajiban memberikan pendampingan, tetapi juga memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Yang paling penting adalah memastikan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi," kata Kevin dalam keterangannya, Selasa (1/7/2026).
Menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mempersilakan keluarga korban menempuh jalur hukum, Kevin menilai hal tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap hak setiap warga negara untuk mencari keadilan.
"Namun, di luar proses hukum, yang lebih penting adalah evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan proyek-proyek di Jakarta," ujarnya.
Kevin menilai seluruh proyek yang berada di bawah inisiasi Pemprov DKI, termasuk yang dikerjakan melalui skema CSR, harus memenuhi standar keselamatan yang ketat.
Menurutnya, area proyek wajib dilengkapi pagar pengaman, rambu peringatan yang jelas, pencahayaan yang memadai, serta pengawasan agar tidak membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak.
Ia juga meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi secara objektif dan transparan. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, politikus PSI itu mendesak Inspektorat DKI Jakarta melakukan audit kepatuhan terhadap standar keselamatan seluruh proyek yang berada di bawah koordinasi Pemprov DKI.
"Peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Pembangunan memang harus terus berjalan, tetapi jangan sampai mengorbankan keselamatan warga," ucap Kevin.
"Tidak boleh ada satu pun proyek yang mengabaikan aspek keamanan karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada target penyelesaian pekerjaan," tandasnya.
Diketahui, seorang bocah berusia tiga tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan taman di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6/2026) malam.
Korban sempat dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Bocah itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat pada Minggu (28/6/2026) lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 6Legislator Golkar Dadiyono Ungkap Warga Mulai Apatis terhadap PTSL, Pilih Urus Sertifikat Sendiri
- 7Hadiri Festival Indonesia 2026 di Korea Selatan, Wagub Rano Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta - Seoul
- 8RDF Rorotan Belum Maksimal, Legislator Golkar Dimaz Raditya Soroti Efektivitas Anggaran Rp170 Miliar
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





