Jakarta

Setelah Keluarkan Ingub Gerakan Pilah Sampah, Gubernur Pramono Kelakar: Kini Diawasi Istri di Rumah

Laode Akbar | 3 Juli 2026, 13:20 WIB
Setelah Keluarkan Ingub Gerakan Pilah Sampah, Gubernur Pramono Kelakar: Kini Diawasi Istri di Rumah
Gubernur Pramono saat membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membagikan pengalaman pribadinya usai menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan memilah sampah. Ia mengaku justru merasa diawasi sang istri setelah menerbitkan ingub tersebut.

Hal itu disampaikannya saat membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Pramono mengatakan, saat menerbitkan Ingub tersebut, ia tidak menyangka respons masyarakat akan begitu besar. Bahkan, menurutnya, sambutan paling nyata justru datang dari rumahnya sendiri.

Baca Juga: SUV Eropa Bisa Kalah Telak, BYD Denza B5, Mesin DM-O Hybrid dan Mengusung Konsep Off-Road Mewah

"Ketika saya mengeluarkan Ingub Nomor 5 Tahun 2026, jujur pada waktu itu saya tidak membayangkan bahwa sambutan publiknya luar biasa. Bahkan bukan hanya di luar, di rumah pun sambutannya lebih luar biasa," ujar Pramono.

Ia kemudian menceritakan kebiasaannya saat membeli makanan yang disertai kemasan plastik untuk saus atau sambal. Menurutnya, sebagai laki-laki ia biasanya langsung membuang kemasan yang tidak terpakai.

Namun, kebiasaan itu berubah setelah aturan pemilahan sampah diberlakukan.

"Begitu saya melakukan itu, istri saya bilang, 'Kamu yang membuat Ingub, harus kamu cuci dulu plastiknya.' Itulah sumber permasalahan di rumah," katanya disambut tawa peserta acara.

Baca Juga: Hadiri CEO Gathering Apindo, Sekda Soma Dorong Peran Pelaku Usaha dalam Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Tangerang

Pramono bahkan berkelakar dirinya kini memiliki "pengawas" di rumah yang memastikan aturan tersebut benar-benar dijalankan.

"Dalam hati saya, kenapa istri saya jadi pengawas saya ya? Dan ini benar-benar true story," tuturnya.

Menurut Pramono, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa gerakan memilah sampah mulai menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga.

Ia mengaku gembira karena gerakan pilah sampah yang diusung melalui Jakarta Eco Future Festival 2026 mendapat sambutan positif dari warga.

Bahkan, kegiatan pembuatan eco enzyme dalam festival tersebut berhasil melibatkan hampir 6.000 peserta dan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Dorong Setu Babakan Jadi Pusat Aktivitas Seni dan Budaya Jakarta

Politikus PDIP itu berharap semangat memilah sampah tidak berhenti sebagai program pemerintah semata, melainkan berkembang menjadi budaya sehari-hari masyarakat Jakarta.

"Gerakan pilah sampah ini sudah menjadi gerakan di Jakarta. Mudah-mudahan aksi nyata dampak terasa ini bisa menjadi role model bagi daerah-daerah lainnya," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.