Heru Budi Ketemu Luhut, Ini yang Mereka Bahas

AKURAT.CO - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bertemu dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) , Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenkomarves, Rabu (30/08) petang.
Heru menuturkan pertemuan tersebut untuk membahas Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
"Perbaikan Perpres 35 Tahun 2018. Akan disempurnakan," ujar Heru dalam keterangannya, Kamis (31/08).
Baca Juga: 8 Manfaat Belimbing untuk Kesehatan, Salah Satunya untuk Jantung
Lebih lanjut, Heru mamaparkan bahwa salah satu yang dibahas yakni pemberian keleluasaan pemerintah daerah dalam menentukan teknologi untuk mengelola sampah di daerahnya.
"Terkait fleksibilitas untuk menyelesaikan sampah. Jadi pakai teknologi apa aja sesuai dengan kondisi daerah masing masing," ungkap Heru.
Heru mencontohkan, misalnya Jakarta jika Refuse Derived Fuel (RDF) dirasa lebih cocok, maka lebih memilih menggunakan teknologi tersebut.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Cijantung dan Anak Sungai Ciliwung
"Misalnya Medan pakai apa. Jakarta cocoknya RDF, ya RDF. Surabaya cocoknya pake teknologi ITF, ya silahkan," imbuhnya.
"Iya (lebih cocok), RDF. Dan monggo aja kalau bikin ITF, tapi Pemda DKI tidak mampu membiayai tipping fee," sambungnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah fokus menjalankan program Refuse Derived Fuel (RDF) sebagi salah cara untuk mengatasi permasalahan sampah di ibu kota.
Baca Juga: Polisi Akan Tetapkan Tersangka Pemotor Lawan Arah di Lenteng Agung
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan bahwa pihaknya ke depan akan membangun RDF di dua tempat.
"(Lahan) sudah. Jadi kita dikasih, disediakan lahan untuk membangun di Rorotan dan Pegadungan," kata Asep di Jakarta, Kamis (03/08).
Dia mengungkapkan RDF di kedua tempat tersebut akan dibangun RDF masing-masing seluas sekitar 8 hektare.
"Kalau untuk di Rorotan itu masih tersedia lahan 9,5 hektare. Kalau di Pegadungan itu tersedia masih 62 hektare. Akan dipakai kisaran 7 hingga 8 hektare," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 8Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


