Jakarta

Heru Budi Ketemu Luhut, Ini yang Mereka Bahas

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 31 Agustus 2023, 20:42 WIB
Heru Budi Ketemu Luhut, Ini yang Mereka Bahas

AKURAT.CO - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono bertemu dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menkomarves) , Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenkomarves, Rabu (30/08) petang.

Heru menuturkan pertemuan tersebut untuk membahas Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

"Perbaikan Perpres 35 Tahun 2018. Akan disempurnakan," ujar Heru dalam keterangannya, Kamis (31/08).

Baca Juga: 8 Manfaat Belimbing untuk Kesehatan, Salah Satunya untuk Jantung

Lebih lanjut, Heru mamaparkan bahwa salah satu yang dibahas yakni pemberian keleluasaan pemerintah daerah dalam menentukan teknologi untuk mengelola sampah di daerahnya.

"Terkait fleksibilitas untuk menyelesaikan sampah. Jadi pakai teknologi apa aja sesuai dengan kondisi daerah masing masing," ungkap Heru.

Heru mencontohkan, misalnya Jakarta jika Refuse Derived Fuel (RDF) dirasa lebih cocok, maka lebih memilih menggunakan teknologi tersebut.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Cijantung dan Anak Sungai Ciliwung

"Misalnya Medan pakai apa. Jakarta cocoknya RDF, ya RDF. Surabaya cocoknya pake teknologi ITF, ya silahkan," imbuhnya.

"Iya (lebih cocok), RDF. Dan monggo aja kalau bikin ITF, tapi Pemda DKI tidak mampu membiayai tipping fee," sambungnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah fokus menjalankan program Refuse Derived Fuel (RDF) sebagi salah cara untuk mengatasi permasalahan sampah di ibu kota.

Baca Juga: Polisi Akan Tetapkan Tersangka Pemotor Lawan Arah di Lenteng Agung

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan bahwa pihaknya ke depan akan membangun RDF di dua tempat.

"(Lahan) sudah. Jadi kita dikasih, disediakan lahan untuk membangun di Rorotan dan Pegadungan," kata Asep di Jakarta, Kamis (03/08).

Dia mengungkapkan RDF di kedua tempat tersebut akan dibangun RDF masing-masing seluas sekitar 8 hektare.

"Kalau untuk di Rorotan itu masih tersedia lahan 9,5 hektare. Kalau di Pegadungan itu tersedia masih 62 hektare. Akan dipakai kisaran 7 hingga 8 hektare," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.